Renungan Senin 7 Juli 2014

Renungan Senin 7 Juli 2014, Hari Biasa, Pekan Biasa XIV

Beata Maria Romero Meneses Prw.

Bacaan I : Hos 2:13,14b-15,18-19

2:13 Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN. 2:14 “…Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. 2:15 Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir. 2:18 Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram. 2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Bacaan Injil : Mat 9:18-26

Anak kepala rumah ibadat Perempuan yang sakit pendarahan
9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” 9:19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 9:21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 9:24 berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. 9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Renungan :

Dihukum supaya bertobat.
Cara efektif agar seseorang bertobat adalah dengan “membiarkannya” menderita sehingga ia berpaling kepada Tuhan untuk mendapatkan kelepasan.

Allah kecewa dan marah terhadap ketidaksetiaan Israel. Israel telah berselingkuh dengan Baal. Gambaran ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan agama Kanaan yang menganggap Baal sebagai pemilik tanah Kanaan. Baal dianggap sebagai pemberi kesuburan bagi lahan pertanian. Rupanya Israel menganggap Allah mereka hanyalah Allah `padang gurun’ yang tidak mampu memberkati mereka di tanah Kanaan. Israel lalu menyembah Baal demi kehidupan yang berkelimpahan di tanah Kanaan.

Apa yang dilakukan-Nya sebagai suami yang dikhianati? Pertama, Allah memutuskan semua jalan sehingga Israel tidak berhubungan dengan Baal. Israel akan kehilangan semua berkat Allah yang selama ini dinikmatinya. Israel akan dipermalukan Allah karena ilahnya tersebut, akibatnya Israel akan kehilangan segala-galanya. Puncaknya, Israel harus mengalami pembuangan di Asyur. Kedua, tujuan pembuangan Israel ke Negara Asyur itu adalah untuk membawa balik “istri” (umat Israel) yang berkhianat itu kepada Allah Israel. Di pembuangan, Israel akan mempunyai banyak waktu untuk merenungkan kasih Allah yang dulu menjadi milik Israel. Meski demikian, Allah Israel adalah Allah yang setia. Ia akan mengembalikan Israel menjadi istri yang dikasihi Allah (Ruhama) dan kembali menjadi umat-Nya (Ami).

Tatkala hal-hal duniawi telah menarik perhatian kita untuk berpaling dari kesetiaan kepada Allah, insyaflah bahwa hanya di dalam Kristus tersedia berkat sejati untuk hidup kita. Jika kita sedang mengalami jalan panjang penghukuman Allah seperti yang dialami Israel sebagai akibat ketidaksetiaan kita, berbaliklah untuk bertobat kepada-Nya. Ia tak ingin kita binasa, tetapi ingin kita pulih mesra dengan-Nya.

Bacaan Injil: Mesias yang diharapkan orang Yahudi adalah seorang yang akan membebaskan mereka dari penindasan pemerintahan Romawi. Namun, bukan seperti itu gambaran yang dipaparkan Matius.

Bagi Matius, Mesias mempunyai kuasa atas hidup dan matinya manusia. Kuasa itu tampak pada Tuhan Yesus ketika Ia menyembuhkan wanita yang sudah dua belas tahun mengalami pendarahan dan membangkitkan anak kepala rumah ibadat. Mereka sama-sama datang kepada Tuhan Yesus dan mendapat pertolongan. Tuhan Yesus berkuasa atas kematian dan penyakit yang 12 tahun tidak tersembuhkan. Ini membuktikan bahwa Dia adalah Mesias yang mereka tunggu.

Ironis sekali karena yang menanggapi dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Anak Daud (gelar untuk Mesias) adalah dua orang buta yang tidak bisa melihat perbuatan mukjizat-Nya itu. Ketika Tuhan Yesus mengusir setan dari seorang bisu, orang banyak menjadi heran. Sebaliknya, orang Farisi justru beranggapan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Orang Yahudi percaya setan yang merasuk dalam diri seseorang harus diusir oleh setan yang lebih berkuasa. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak mengakui Yesus sebagai Sang Mesias yang mereka tunggu-tunggu.
Lewat iman kepala rumah ibadat, perempuan yang sakit pendarahan, orang buta, serta sahabat-sahabat si bisu, kita dapat melihat tindakan iman yang menyebabkan mereka menikmati anugerah Tuhan Yesus. Mereka percaya akan kemahakuasaan Tuhan Yesus untuk memulihkan penderitaan yang mereka alami. Dia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa, yang membuat iman kita kepada-Nya tidak sia-sia. Beriman dan berharap penuh kepada-Nya adalah kunci kemenangan kita.

Tanggapan saya; Aku akan menanggalkan ketidakpercayaanku serta memusatkan hidupku hanya kepada Dia.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu untuk hasrat-Mu bekerja dengan penuh kuat-kuasa dalam kehidupan kami dan membawa kami lebih dekat lagi kepada Bapa surgawi. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk mengambil langkah iman dan mengalami sentuhan-Mu yang menyembuhkan. Kuatkanlah iman-kepercayaan kami dengan rahmat-Mu sehingga dengan demikian kami dapat mengenal-Mu dengan lebih mendalam lagi. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s