Renungan Kamis 17 Juli 2014

Renungan Kamis 17 Juli 2014; Hari Biasa, Pekan Biasa XV

St. Maria Magdalena Postel; Beata Magdalena Albrici dr Camo, Prw,
Beata Theresia dr Agustinus dkkPrwMrt

Bacaan I : Yes 26:7-9,12,16-19

26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya. 26:8 Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. 26:9 Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. 26:16 Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa. 26:17 Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN: 26:18 Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia. 26:19 Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

Mzm 102:13-13ab,15,16-18,19-21

Bacaan Injil : Mat 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Renungan:

Tuhan, penjaga dan pelindung.
Dengan tegas dan jelas, Yesaya mengatakan, ia melihat Allah diproklamasikan sebagai Gunung Batu yang kekal, Penyelamat dan Pemberi damai sejahtera bagi manusia yang percaya dengan hati teguh, yang lurus jalannya. Gambaran istimewa ini menunjukkan bahwa Allahlah sang Pejuang yang meruntuhkan kubu-kubu benteng musuh. Dia membuka semua ketertutupan menjadi jalan-jalan, pintu-pintu yang terbuka bagi umat-Nya. Kebangkitan pun terbentang di hadapan umat-Nya sebagai karya diri-Nya di tengah kenyataan sejarah dunia.

Titik tolak iman. Gereja berdiri di atas puncak proklamasi karya keselamatan Allah yang dikaryakan dalam diri Yesus Kristus. Kebangkitan-Nya memberi dan mengokohkan titik tolak iman Gereja. Iman yang berpangkal pada keselamatan, dan yang di dalam-Nya ada pengharapan: yang mati dibangkitkan, yang runtuh dibangunkan, yang usang diperbarui, yang hancur dipulihkan. Karena itu gereja harus berani memberitakan pengharapan besar itu. Jangan takut, dan putus asa sebab yang diberitakan bukanlah isapan jempol melainkan karya besar tentang kebenaran yang berlaku sepanjang abad dan masa.

Terima kasih ya Tuhan, atas nubuatan yang Kau genapi dalam sejarah-Mu.
Injil hari ini sangat singkat tetapi penuh makna yang mendalam; Inilah tawaran yang diberikan Yesus kepada kita, suatu perkataan yang benar dan patut diterima sepenuhnya, perkataan yang melaluinya kita dapat diselamatkan. Di sini kita diundang untuk datang kepada Kristus sebagai Imam, Raja, dan Nabi, dan untuk itu, kita harus rela diperintah dan diajar oleh-Nya.

Kita harus datang kepada Yesus Kristus sebagai Tempat Perteduhan kita dan beristirahat di dalam Dia, marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu. Orang yang diundang adalah semua yang letih lesu dan berbeban berat. Ini adalah perkataan penghiburan yang menyejukkan untuk orang yang sudah kepayahan (Yes. 50:4). Mereka yang datang kepada Kristus akan mendapat kelegaan.

Berkat yang dijanjikan kepada mereka yang benar-benar datang: Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Ia akan memberi kelegaan atas ketakutan yang ditimbulkan oleh dosa, dalam hati nurani yang damai teguh, kelegaan dari kuasa dosa, dalam jiwa yang teratur dan yang memerintah dirinya sendiri, kelegaan di dalam Allah, dan kepuasan jiwa, di dalam kasih-Nya (Mzm. 11:6-7). Inilah perhentian yang masih tersedia bagi umat Allah (Ibr. 4:9), yang dimulai dalam anugerah dan disempurnakan dalam kemuliaan.
Pikullah kuk yang Kupasang. Perhatikanlah, Kristus mempunyai kuk untuk leher kita, seperti halnya Ia mempunyai mahkota untuk kepala kita, dan Ia berharap agar kita memikul kuk ini dan berjalan dengannya. Memanggil orang yang letih lesu dan berbeban berat, lalu memasangkan kuk pada mereka tampaknya hanya menambah penderitaan kepada orang yang sudah menderita, namun ketepatan perkataan ini terletak pada kata “(kuk-)Ku.” “Kamu sedang berada di bawah kuk yang membuatmu letih, lepaskanlah kuk itu dan cobalah kuk-Ku, yang akan membuatmu merasa lega.” Menyerahkan diri kita kepada Tuhan berarti mematuhi Injil Kristus. Kuk itu adalah kuk Kristus, kuk yang telah dipilih-Nya, kuk yang ditarik-Nya sendiri untuk kita, karena Ia belajar untuk patuh. Bersama kita Dia menarik kuk itu dengan Roh-Nya, karena Dia membantu kita dalam kelemahan kita (Rm. 8:26). Kuk berbicara tentang kesusahan, namun jika seekor binatang harus menarik sesuatu, maka kuk itu justru sangat membantunya.
Aku lemah lembut dan rendah hati, dan karena itu pantas untuk mengajar kamu.

Pertama, Ia lemah lembut, dan mempunyai belas kasihan kepada orang yang tidak tahu, sementara orang lain akan lekas dibuat marah oleh orang-orang semacam itu. Banyak guru yang mempunyai kemampuan, namun mempunyai sifat pemarah dan terburu-buru, dan guru-guru seperti ini akan mudah mematahkan semangat orang yang lamban dalam berpikir. Tetapi Kristus tahu bagaimana bersabar menghadapi orang-orang seperti itu, dan bagaimana membuka pengertian mereka. Sikap-Nya terhadap kedua belas murid-Nya merupakan contoh untuk hal ini. Ia lembut dan sabar terhadap mereka, dan Ia memanfaatkan apa yang terbaik dari mereka. Meskipun mereka kurang perhatian dan cepat lupa, Ia tidak bertindak berlebihan dalam menunjukkan kebodohan mereka.

Kedua, Ia rendah hati. Ia merendahkan diri-Nya untuk mengajar sarjana-sarjana yang miskin, untuk mengajar para pemula. Ia memilih murid-murid-Nya bukan dari istana, bukan juga dari sekolah, melainkan dari pinggir pantai. Ia mengajarkan prinsip-prinsip yang utama kepada mereka, seperti memberikan susu untuk bayi. Ia membungkuk untuk mereka yang mempunyai kemampuan paling rendah; Ia mengajar Efraim untuk berjalan (Hos. 11:3). Siapakah yang mengajar seperti Dia? Ini sangat membesarkan hati kita untuk bergabung dengan sekolah yang memiliki Guru seperti ini. Kerendahan hati dan kelemahlembutan ini, yang membuat-Nya memenuhi syarat untuk menjadi seorang Guru, juga merupakan persyaratan terbaik bagi mereka yang ingin diajar oleh-Nya, karena Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati (Mzm. 25:9).

Jiwamu akan mendapat ketenangan. Janji ini diambil dari Yer. 6:16, karena Kristus senang mengungkapkan diri-Nya dalam bahasa para nabi, untuk menunjukkan keselarasan di antara kedua Perjanjian itu. Perhatikanlah, pertama, ketenangan jiwa adalah ketenangan yang paling diinginkan. Kita ingin jiwa kita diam dengan tenang. Kedua, satu-satunya cara, dan cara yang pasti untuk mendapat ketenangan bagi jiwa kita adalah dengan duduk di kaki Kristus dan mendengarkan firman-Nya. Dengan memenuhi kewajiban, kita akan mendapatkan ketenangan. Pengertian akan mendapatkan ketenangan dalam pengetahuan akan Allah dan Yesus Kristus, dan di dalamnya pengertian akan dipuaskan dengan berlimpah-limpah karena memperoleh hikmat itu, yang ada di dalam Injil, yang sudah lama dicari-cari dengan sia-sia sejak penciptaan seluruh alam raya (Ayb. 28:12). Demikianlah, puncak dan inti panggilan dan tawaran Injil: kita diberitahukan di sini, dengan sepatah dua patah kata, apa yang dikehendaki Tuhan Yesus dari kita, dan hal ini sekali lagi sesuai dengan apa yang dikatakan Allah tentang Dia, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

DOA: Tuhan Yesus, aku memuji Engkau untuk kelemah-lembutan-Mu. Aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena kehadiran-Mu. Aku memilih gandar-Mu untuk dipasang di atas punggungku. Aku percaya akan janji-Mu bahwa Engkau akan berada di sampingku pada waktu aku membutuhkan pertolongan. Amin.

Kenaikan-Yesus

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s