Renungan Selasa, 19 Agustus 2014

Renungan Selasa, 19 Agustus 2014; Hari Biasa, Pekan Biasa XX

Pfak. St. Yohanes Eudes, Im; Pw Keluarga Fransiskan; Pfak St. Ludovikus , Usk; Pw St, Ezekhiel Moreno Usk; Pw St. Guertikus, Abas.

Bacaan I: Yeh 28:1-10

Nubuatan melawan raja Tirus
28:1 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 28:2 “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. 28:3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 28:4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 28:5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong. 28:6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah 28:7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. 28:8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. 28:9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. 28:10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

MT. Ul 32:26-27ab,27cd-28,30,35ab

Bacaan Injil: Mat 19:23-30

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Upah mengikut Yesus
19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” 19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Renungan:

Ketika aku menjadi Allah
Apa penyebab utama kejatuhan manusia dalam dosa? Yaitu manusia menolak mengakui Allah, bahkan ingin menjadi Allah. Tentu sangat mustahil bagi manusia menjadi Allah. Manusia adalah ciptaan Allah yang terbatas dan fana. Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Maha Kuasa, dan berdaulat atas ciptaan-Nya.

Raja Tirus sangat sombong dan mengklaim diri sebagai Allah (ayat 2), tetapi dia bukan Allah. Banyak raja di daerah timur tengah, seperti Mesir, yang dianggap merupakan keturunan dewa atau ilah yang disembah. Namun di Tirus dan sekitar Mesopotamia, raja adalah manusia biasa. Ada beberapa alasan mengapa raja Tirus menganggap dirinya sebagai Allah. Ia memiliki hikmat (ayat 3-4a), kekayaan (ayat 4b), dan kemampuan berdagang (ayat 5). Sang raja mungkin sangat cerdas dan cermat, atau dia memiliki para pembantu raja yang memiliki kemampuan untuk mengatur kerajaan dengan baik. Apapun alasannya, raja Tirus menganggap dirinya sama dengan Allah (ayat 6).

Hal inilah yang membuat Allah geram dan marah sehingga Ia akan mengirim bangsa asing untuk menduduki Tirus (ayat 7). Seluruh kejayaan dan kesombongan Tirus akan dienyahkan. Bangsa Tirus akan dihukum dan tidak akan ada kemampuan yang bisa ditonjolkan oleh Tirus. Mereka tidak berdaya seperti orang mati (ayat 8). Dalam posisi seperti inilah raja Tirus, tak mungkin lagi berkata bahwa dirinya adalah Allah (ayat 9). Dalam hal inilah raja Tirus akan dipermalukan (ayat 10a). Allah yang disembah oleh orang Israel adalah Allah yang berkuasa, bahkan atas Tirus yang dianggap perkasa.

Kadang-kadang kita pun berlaku seperti Allah atas hidup kita. Menjadi Allah berarti menentukan sendiri apa yang layak kita lakukan, menentukan sendiri apa yang benar dan salah. Di hadapan Allah yang berdaulat penuh hal ini adalah dosa, dan merupakan pemberontakan terhadap diri-Nya. Mari kita mawas diri. Segala kebolehan kita adalah anugerah-Nya. Akuilah dan naikkan syukur. Terimalah pengajaran dan perintah-Nya, Sang Berdaulat satu-satunya.

Injil hari ini, bertemakan tentang Bagaimana masuk sorga?
Masuk sorga itu berat syaratnya. Hanya seorang yang menjadi seperti anak kecil yang memiliki Kerajaan Sorga. Apa artinya? Seperti seorang anak kecil yang tidak punya apa-apa untuk diandalkan melainkan sepenuhnya bergantung pada kasih sayang orangtua atau orang dewasa lain, demikianlah orang yang ingin masuk sorga harus sepenuhnya bergantung pada kemurahan Allah saja. Perbuatan baik dan kekayaan bisa membuat orang memiliki keyakinan diri yang kuat, rasa terhormat. Sampai di situ tidak salah. Tetapi bila kebaikan dan kekayaan dijadikan modal untuk menuntut hak masuk sorga, jelas salah besar!

Di dalam dunia ini banyak hal dapat diatur atau diperoleh dengan uang. Bahkan kebenaran dan keadilan pun dapat diputarbalikkan hanya karena uang. Kenyataan seperti itu bisa menggoda orang berpikir bahwa keselamatan dan Kerajaan Sorga pun dapat diperoleh dengan uang, atau Tuhan dapat disogok dengan uang. Ketika Tuhan menuntut orang muda yang kaya itu untuk memberikan semua hartanya kepada orang miskin, tidak berarti bahwa sorga dapat dibeli dengan perbuatan baik. Tidak juga berarti bahwa sorga hanya untuk orang miskin. Perintah itu bertujuan menyadarkan dan melepaskan orang itu dari keterikatannya akan harta.

Tiga kali para murid Yesus dikejutkan, dicengangkan Yesus. Masuk sorga adalah mustahil bagi manusia, tetapi tidak bagi karunia Allah. Jika untuk mengikut Yesus dan masuk sorga orang harus kehilangan segala sesuatu, bukankah itu berarti rugi besar? Tidak! Sebaliknya, orang yang menerima karunia hidup kekal dari Tuhan Yesus akan mengalami berkat-berkat dunia ini dalam perspektif dan nilai yang kekal.

Renungkan: Tuntutan Injil sedemikian berat karena Tuhan ingin memberi kita harta dan kebahagiaan sejati di dalam Dia saja.

Doa: Aku ingin beserah penuh padaMu, Tuhan. Ajarku rela melepas segala hal demi Kau menjadi segalanya bagiku. Amin.

Unta masuk jarum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s