Renungan Jumat, 5 September 2014

enungan Jumat, 5 September 2014, Hari Biasa, Pekan Biasa XXII

MC – Pfak Beata Teresa dr Kalkuta

Bacaan I: 1Kor 4:1-5

Tuhan adalah satu-satunya hakim
4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Mzm 37:3-4,5-6,27-28,39-40

Bacaan Injil : Luk 5:33-39

Hal berpuasa
5:33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” 5:34 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” 5:36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 5:37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 5:39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

Renungan:

Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus menegaskan tentang diakhirinya penyebab terjadinya perpecahan. Sebab para hamba Allah adalah pelayan yang hanya diwajibkan untuk setia. Mereka hanya akan dihakimi oleh Tuhan saja. Oleh karena itu semua penghakiman harus menanti kedatangan-Nya yang kedua. Sebelumnya tidak boleh ada penghakiman!

Hamba-hamba mengandung pengertian kedudukan yang lebih rendah, pada mulanya kata itu dipergunakan untuk orang-orang yang dipekerjakan untuk mendayung sebuah perahu. Namun hamba-hamba ini dipercayakan tanggungjawab yang lebih besar yaitu diberi tugas mengelola harta milik yang besar; yang dimaksudkan ialah memiliki hak istimewa tertentu. Maka dapat dipercayai menjadi satu kebajikan yang diperlukan oleh semua hamba dan pengurus, khususnya di dalam hal-hal yang dari Allah. Itulah sebabnya Paulus tidak bersedia mengakui penghakiman oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Sebab Pengadilan manusia atau penghakiman manusia tidak ada artinya bagi Paulus. Paulus mengalami suatu persekutuan yang tidak pernah putus dengan para jemaat dan perilakunya selaras dengan kedudukannya.
Karena hanya Tuhan yang dapat menghakimi, maka penghakiman harus menantikan Dia. Pada waktu yang tepat Dia akan melaksanakannya dengan adil dan menyeluruh, dengan menyelidiki apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Saat tersebut adalah kadatangan-Nya kembali. Dan – yang sangat luar biasa – tiap-tiap orang percaya akan menerima pujian dari Allah.

Injil hari ini, Ibadah sejati menuntut hidup yang sejati.
Pernahkah Anda ke rumah duka untuk melawat keluarga dari teman yang meninggal? Biasanya kita akan bertemu dengan banyak teman lama yang juga melayat. Tidak jarang pertemuan itu diteruskan dengan ngobrol ringan, sesekali terdengar gelak tawa. Suasana dukacita diganti dengan sukacita.

Pada bacaan hari ini kita menjumpai orang-orang Farisi yang menuduh para murid mengabaikan hukum Taurat mengenai hal berpuasa. Bagi Farisi, berpuasa adalah kewajiban yang harus dilakukan apapun alasannya. Tetapi Yesus berprinsip bahwa setiap tindakan harus dilakukan pada saatnya masing-masing. Saat berduka dan menghadapi hal yang genting adalah saat yang tepat untuk berpuasa. Sebaliknya, ketika hadir dalam perjamuan bersama mempelai, itulah saat bersukacita. Sesungguhnya, ibadah yang benar selalu sesuai dengan konteksnya.

Untuk menguatkan argumen-Nya, Yesus memakai dua perumpamaan. Pertama, kain baru yang dipakai untuk menambal baju tua yang koyak. Kedua, anggur baru yang disimpan di kirbat tua. Baik baju tua maupun kirbat tua, keduanya akan hancur karena tidak mampu bertahan menghadapi kain baru dan anggur baru. Makna rohani yang Tuhan Yesus mau ajarkan adalah, ibadah sejati dalam iman yang baru di dalam Tuhan Yesus tidak bisa dicampurkan dengan cara-cara lama yang sudah tidak tepat lagi. Orang Kristen dipanggil untuk menjalani kehidupan imannya, dan meninggalkan pola hidup lamanya, yang di luar Tuhan.

Ibadah yang tidak sejalan dengan kehidupan sehari-hari yang benar adalah kemunafikan. Di hadapan Allah, ibadah sedemikian tidak diterima-Nya sedangkan di hadapan manusia, hanya membuat orang lain menjadi jijik melihat kita.

Renungkan: Betapa memalukan bila suatu saat ada orang yang berkata,”Lihat orang Kristen itu! Jangan meniru tingkah lakunya!

DOA: Terpujilah Engkau, Putera Allah, Tuhan Yesus Kristus! Aku menyembah engkau untuk kuat-kuasa dan kemuliaan-Mu, namun aku juga bersukacita dalam kasih-Mu yang intim kepadaku. Apa lagi yang dapat kulakukan, selain bersembah sujud di hadapan hadirat-Mu. Amin

orang-farisi-dan-yesus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s