Renungan Jumat, 14 Nopember 2014

Renungan Jumat, 14 Nopember 2014, Hari Biasa, Pekan Biasa XXXII

Pw. St. Nikolaus Tavelic, ImdkkMrt; Pw St. Yosef Pignateli, Im

Bacaan I : 2Yoh 1:4-9

Barangsiapa setia kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putera.

Pembacaan dari Surat kedua Rasul Yohanes:
1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi. 1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. 1:8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 119:1,2,10,,11,17,18

Refren : Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan

Mazmur:
* Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak
bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

* Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-
peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,

* Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau,
janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.

* Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,
supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

* Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup,
dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.

* Singkapkanlah mataku,
supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Bacaan Injil : Luk 17:26-37

Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri,

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 17:31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. 17:32 Ingatlah akan isteri Lot! 17:33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. 17:34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 17:35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” 17:36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) 17:37 Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan:

Awas penyesat!
Kebahagiaan seorang hamba Tuhan adalah ketika orang-orang yang dia layani hidup berpaut dengan Allah dan berjalan di dalam kebenaran. Itulah sebabnya Yohanes bersukacita ketika melihat jemaat Tuhan hidup di dalam kebenaran (ayat 4). Yohanes meneguhkan mereka agar melanjutkan hidup didalam kasih (ayat 5) dan taat perintah Tuhan (ayat 6).

Namun Yohanes mengingatkan mereka tentang munculnya penyesat, yang tidak mengakui bahwa Yesus datang ke dunia sebagai manusia (ayat 7). Pengajaran ini berbahaya! Memang pada waktu itu adalah lazim bagi para pekabar Injil untuk melaksanakan tugas dengan melakukan perjalanan dari kota ke kota. Mereka akan menginap di rumah salah satu jemaat yang mereka datangi. Keramahan jemaat dimanfaatkan oleh para penyesat. Sebab itu, Yohanes melarang mereka untuk menerima para penyesat di rumah mereka. Jika kita berjalan di dalam kebenaran, tidak seharusnya kita bekerja sama dalam bentuk apa pun dengan orang yang menyebarkan kesesatan. Orang yang bersedia menyambut para pengajar sesat dianggap bekerja sama dengan mereka. Juga akan dianggap sama bersalah dengan penyesat itu (ayat 11).

Yohanes merasa perlu menegakkan kebenaran iman tentang Yesus (ayat 3). Ia tidak ingin penyesat mendapat kesempatan menyebarluaskan ajaran sesat di gereja. Oleh karena itu gereja berkepentingan untuk mengajar jemaat di dalam kebenaran. Gereja berhak dan bertanggung jawab untuk menolak segala pengajaran yang tidak sesuai dengan Kitab Suci.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus melengkapi diri. Selidiki Kitab Suci dengan saksama agar kita mengerti mana ajaran yang benar dan sesuai dengan Alkitab. Jangan memberi celah sedikit pun pada para penyesat. Jangan sampai Anda dilemahkan hingga percaya pada ajarannya. Bila Anda melayani di gereja, rencanakanlah program pembinaan atau pemahaman Kitab Suci bagi umat agar umat dilengkapi dengan pengetahuan akan kebenaran dan dimampukan untuk mengalahkan si penyesat.

Injil hari ini, Sifat manusia yang tidak pernah berubah.
Kesalahan orang-orang Farisi itu terus berulang pada generasi selanjutnya, walaupun berbeda wujudnya. Yesus sudah menegaskan bahwa kedatangan Kerajaan-Nya akan tergenapi. Ketika itu, banyak orang akan terkejut karena tidak siap. Mereka terlalu sibuk dengan urusan-urusan sendiri dan tidak bisa melepaskan diri dari perkara duniawi, seperti yang terjadi pada zaman Nuh dan Sodom Gomora.

Sikap manusia terhadap harta di sepanjang segala zaman tidak pernah berubah. Bila kita melihat di sekitar kita sekarang ini, manusia-manusia terlalu sibuk dengan urusan, kepentingan, keuntungan, dan kepuasan pribadi yang semuanya berhubungan dengan harta. Mereka berlomba-lomba untuk mempunyai harta sebanyak-banyaknya dalam waktu dan dengan tenaga yang sekecil- kecilnya. Salah satu penyebabnya adalah merebaknya budaya konsumerisme dewasa ini.

Hal ini semakin ditumbuhsuburkan dengan kemajuan media cetak dan elektronik. Akibatnya kehidupan mereka sehari-hari hanya dipenuhi bagaimana mendapatkan harta, menikmati, dan mempertahankan apa yang sudah dimilikinya; karena mereka tidak bisa membayangkan kehidupan tanpa segala kenikmatan dan kemewahan. Akibatnya mereka tidak dapat membayangkan bahwa Kerajaan Allah atau “Dunia yang lain” sudah di ambang pintu dan akan segera masuk ke dalam realita manusia dan menghapus segala ilusi yang ditawarkan dunia.
Renungkan: Kedatangan-Nya kelak akan menempatkan “harta benda” dalam perspektif yang sesungguhnya. Ini dapat dipergunakan untuk kekekalan namun juga dapat menghancurkan manusia karena membuat mereka buta dan melupakan perkara-perkara rohani.

DOA: Tuhan Yesus, cepatlah datang. Aku sangat merindukan kedatangan-Mu. Aku tidak dapat menunggu untuk dapat bersama dengan-Mu, dan akhirnya memandang-Mu ‘muka ketemu muka’. Amin. (Lucas Margono)

Doa-sembah-sujud-Allah-syukur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s