Renungan Sabtu, 15 Nopember 2014

Renungan Sabtu, 15 Nopember 2014, Hari Biasa, Pekan Biasa XXXII

DW/SMM : Pw.SP Maria, Bunda Penyelenggara Ilahi; FMA/SDB : Pfak B. Magdalena Morano, Prw; FMM : Pesta wafatnya B. Marie de la Passion; OP : Pw. St. Albertus Agung ImPujG’ SPC : Hari wafatnya Ibu Maria Marie Michebu

Bacaan I : 3Yoh 1:5-8

Kita wajib menerima para pelayan jemaat, agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.

Pembacaan dari Surat Rasul Yohanes:

1:5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 1:6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 1:7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 1:8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 112:1-2,3-4,5-6,

Refren : Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan

Mazmur :

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN,
yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya.
Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap,
Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman,
Ia melakukan segala urusan dengan semestinya ,
Orang jujur tidak pernah goyah,
Ia akan dikenang selama-lamanya.

Bacaan Injil : Luk 18:1-8

Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 18:2 Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” 18:6 Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan:

Jadi pelaku kebenaran
Hidup selaras dengan kebenaran diperlihatkan Gayus dengan kesediaannya menolong para pelayan Tuhan yang sedang dalam perjalanan pelayanan (ayat 5-6). Ia menjadi sahabat bagi mereka dengan bersedia membuka pintu rumahnya, meski ia tidak mengenal mereka. Pertolongan ini dilakukan bukan hanya dengan menyediakan makanan atau tempat tinggal sementara bagi mereka. Termasuk juga di dalamnya adalah memberi dukungan moril dan finansial supaya para pelayan atau abdi Tuhan dapat melaksanakan tugas panggilannya. Dukungan semacam ini jelas bukan tanggung jawab orang yang tidak beriman (ayat 7). Melainkan kewajiban orang Kristen sebagai upaya ambil bagian dalam pekerjaan untuk kebenaran (ayat 8), atau dengan kata lain: menjadi partner dalam pelayanan. Tidak semua orang perlu menjadi pewarta Sabda Tuhan. Orang yang melayani dengan cara seperti yang dilakukan Gayus juga tidak kalah penting. Kita dapat mendukung orang-orang yang melayani Tuhan secara khusus dengan mendoakan mereka atau mendukung mereka secara finansial, juga menjadi sahabat bagi mereka.

Berbeda dengan Diotrefes, yang ingin memegang kendali atas jemaat. Dia tidak mau mengakui keberadaan pemimpin rohani yang lain (ayat 9). Ia memfitnah sang penatua dan melarang orang lain menerima kedatangan saudara seiman (ayat 10). Tindakan Diotrefes ini memperlihatkan kesombongan dan iri hati yang menguasai dirinya. Padahal seorang pemimpin jemaat adalah seorang pelayan, bukan diktator!

Demetrius adalah contoh orang yang melakukan perbuatan baik. Kelakuannya menjadi suatu kesaksian bahwa dia hidup dalam kebenaran. Demikian terpujinya hidupnya sehingga semua memberikan kesaksian baik tentang diri Demetrius. Karakter dan kelakuan memang berbicara dan berpengaruh lebih kuat dari sekadar ucapan lisan. Gayus dan Demetrius adalah murid Kristus yang mempraktekkan kebenaran dan kasih Kristus. Kiranya teladan mereka mendorong kita untuk menjadi pelaku kebenaran.

Injil hari ini, Ketekunan berdoa!
Apa yang menyebabkan janda itu akhirnya mendapatkan apa yang dituntutnya dari hakim yang tidak peduli kepadanya? Pasti bukan karena hakim itu adil atau berbelas kasih. Bukan pula karena hakim itu takut reputasinya jelek karena menolak janda tersebut. Janda itu mendapatkan pembelaan hakim itu karena hakim itu merasa terganggu dengan sikap merongrong janda tersebut (ayat 4-5).

Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus agar murid-murid Tuhan di dalam berdoa memiliki ketekunan seperti yang dimiliki janda tersebut. Tentunya ketekunan berdoa itu dialaskan pada hal-hal yang jauh lebih mulia. Allah bukan hakim yang masa bodoh. Allah adalah Bapa dan Hakim yang adil, yang akan membela perkara anak-anak-Nya terhadap kelaliman dunia ini (ayat 7).

Lebih jauh lagi, Allah bukan hanya akan membela perkara anak-anak-Nya, Dia akan bersegera menolong mereka (ayat 8a). Ungkapan ‘segera’ menolong merupakan ungkapan eskatologis. Di sini Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya bahwa hari Tuhan sudah dekat, yaitu akhir zaman sudah dekat dan pasti akan datang. Yang ditekankan di sini adalah kepastian pertolongan Tuhan bagi anak-anak-Nya. Namun Tuhan Yesus menyisakan pertanyaan buat kita. Apakah kita beriman untuk menantikan pertolongan Tuhan datang (ayat 8b)?

Renungkan: Doa yang tidak putus-putusnya adalah perwujudan iman sejati kepada Allah yang pasti menolong.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku dapat menanggapi ajaran-Mu. Buatlah hatiku tulus dan jujur waktu berdoa, terbuka bagi sabda-Mu dan bertekun dalam mengasihi-Mu pada waktu berdoa itu. Terima kasih Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin. (Lucas Margono)

hakim-yang-jahat-dan-sang-janda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s