Renungan Senin, 24 Nopember 2014

Renungan Senin, 24 Nopember 2014, Pekan Biasa XXXIV

Pw. St. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt; OP: Pw. St. Ignasiuas Delgardp, Usk, St. Vinsesnsius Liem, Im; St. Dominikus An-Kham, dkkMrt

Bacaan I: Why 14:1-3,4b-5

Pada dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya.
Pembacaan dari Kitab Wahyu:
14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. 14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 14:4b karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 24:1-2,3-4,ab,5-6;

Refren : Inilah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur :

* Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diamdi dalamnya. Sebab Dialah yang mendengarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

* Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang bolehberdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.

* Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya, Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bacaan Injil: Luk 21:1-4

Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. 21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. 21:3 Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan:

Pujian umat Allah
Tekanan penderitaan dan tipu muslihat Iblis berhasil membuat orang berpaling dari Tuhan kepada penyembahan berhala, tetapi tidak berhasil memengaruhi umat Allah sejati. Sebaliknya dari menyembah ilah-ilah palsu dan tertipu oleh tanda ajaib yang datang dari Iblis, umat Allah memelihara diri mereka murni dalam iman. Mereka menyadari benar jatidiri mereka sebagai pengantin Kristus. Wahyu menggambarkan bujuk rayu Iblis seumpama rayuan para pelacur yang ingin bertujuan menodai keperjakaan para pahlawan iman milik Kristus (ayat 4). Akan tetapi dengan menanamkan dalam-dalam kesadaran bahwa mereka telah ditebus dengan kurban darah Yesus sendiri, mereka pun hidup sebagai kurban-kurban pujian bagi sang Penebus.

Para saleh itu berjumlah 144.000 orang, suatu jumlah simbolis yang menekankan kelengkapan semua umat terdiri dari umat PL dan PB. Mereka tidak termakan oleh hujatan yang keluar dari para pengikut Iblis. Mulut mereka tidak berdusta; hidup mereka tidak bercela sebab hati dan kelakuan mereka sepenuhnya dikuduskan untuk memuliakan Allah (ayat 5). Hanya mereka yang telah mengalami keselamatan dari kurban Yesus, yang tahu dan mampu menaikkan nyanyian baru kepada Allah. Ketika mereka menyanyi, pujian itu terdengar bagaikan desau air bah dan deru guruh yang dahsyat (ayat 2a) dan juga seperti bunyi kecapi yang indah (ayat 2b).

Puji-pujian umat Allah seperti halnya firman dari Kristus berdampak ganda. Hal yang intinya adalah memuji meninggikan Allah berdampak menjadi suara-suara penghukuman ngeri bagi orang yang melawan mereka. Tanpa perlu membalas kejahatan, hal memelihara kemurnian iman dan terus meninggikan Allah cukup untuk membuat orang jahat terhukum di hadapan Allah. Orang Kristen sejati berjuang mematutkan diri agar menjadi kurban sulung bagi Dia yang lebih dulu telah berkurban bagi kita.

Injil hari ini, Otang miskin memberi yang paling banyak!
Kontras! Mungkin itulah komentar kita bila membandingkan kesombongan para pemimpin agama dalam bacaan ayat sebelumnya, dengan tindakan sederhana seorang janda miskin dalam bacaan hari ini. Sungguh kontras tindakan para pemimpin agama yang memperkaya diri, bahkan dengan menindas janda-janda (Luk. 20:47), dengan si janda miskin yang rela memberikan persembahan dari kekurangannya.

Bila kita berada di Bait Allah pada saat itu, pasti kita akan menyaksikan suatu pemandangan yang kontras pula: di antara orang-orang kaya yang memberikan persembahan (1), terselip seorang janda miskin yang memasukkan hanya dua peser ke dalam peti persembahan (2)! Pecahan uang paling kecil pada masa itu. Tetapi justru persembahan si janda miskinlah yang menyenangkan hati Yesus. Meskipun jumlahnya sama sekali tidak signifikan untuk dipuji, namun di mata Tuhan persembahannya bernilai lebih besar dibandingkan persembahan orang-orang kaya itu (3). Yang Tuhan lihat adalah arti uang sejumlah itu bagi si janda miskin. Itulah jumlah uang yang dimilikinya untuk melanjutkan hidupnya (4). Bila ia persembahkan semuanya, itu berarti ia mempercayakan dirinya pada Allah. Ia percaya bahwa Allah akan memelihara hidupnya dan memenuhi kebutuhannya. Ia meletakkan kepercayaannya pada Allahnya, bukan pada uangnya!

Kemiskinan bukanlah alasan baginya untuk tidak memberi persembahan pada Allah! Si janda miskin memberikan persembahan dengan mengorbankan hidupnya untuk menghormati Allah. Inilah persembahan yang disukai Tuhan!

Kesediaan si janda miskin untuk memberi, menjadi cambuk bagi kita yang sering memaafkan diri sendiri bila tidak memberi persembahan karena rasa malu bila hanya memberi sedikit. Ingatlah bukan jumlah uangnya yang Tuhan perhitungkan tetapi sikap hati yang percaya dan mau berkorban karena penghormatan kepada Allah.

DOA: Anak Domba Allah, tidak ada sukacita yang lebih besar bagiku daripada mengikuti jejak-Mu. Dipenuhi oleh Roh Kudus-Mu, aku ingin bergabung dalam pertempuran spiritual melawan segala kekuatan jahat, untuk dan demi Gereja-Mu yang adalah Tubuh Mistik-Mu sendiri. Perlengkapilah aku, ya Tuhan Yesus, agar dapat hidup dalam kemenangan-Mu hari ini dan selanjutnya. Amin. (Lucas Margono)

persembahan-janda-miskin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s