Renungan Sabtu, 29 Nopember 2014

Renungan Sabtu 29 Nopember 2014, Pekan Biasa XXXIV

Pw. Beato Dionisius dan Redemptus, Biarw MartIr Indonesia;
OAD/OSA : Pfak B. Fredericus dr Regensburg, Biarw; OFM/OFMCap/OFMConv/OSCCap/OSCI/OFR/OFS: Pesta Semua Orang Kudus Tarekat

Bacaan I: Why 22:1-7

Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka.
Pembacaan dari Kitab Wahyu:

22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, 22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. 22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

22:6 Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” 22:7 “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 95:1-2,3-5,6-7

Refren : Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus!
Mazmur:

* Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi TUHAN, bersorak-sorak bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

* Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, Raja agung yang mengatasi segala dewata. Lembah dan palung bumi ada di tangan-Nya, puncak-puncak gunung-gunung pun kepunyaan-Nya. Milik-Nyalah laut, Dia yang menjadikannya, milik-Nyalah daratan, tangan-Nyalah yang membentuknya.

* Masuklah, mari kita sujud menyembah, erlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, kital ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.

Bacaan Injil Luk 21:34-36

Berjaga-jagalah, agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan:

Keadaan Bahagia Berlaku di Dalam Kota Kudus.
Aneh bahwa di dalam pasal 21 tidak dijelaskan adanya hal-hal yang alamiah, pohon, sungai, dan lain-lain, sebagaimana kita jumpai di dalam gambaran tentang Firdaus yang terdapat dalam Kejadian 2. Rincian semacam itu kini dikemukakan, mengingatkan kita bukan hanya pada pasal dalam Kitab Kejadian tersebut namun juga pada Yehezkiel 47:1-12. “Dosa membuat manusia terusir dari taman yang satu. Kasih karunia membuat manusia memasuki taman Firdaus abadi.” Di dalam pasal ini kita menyaksikan keindahan, kehidupan penuh kelimpahan, kedaulatan Allah, kesehatan bagi bangsa-bangsa di bumi, keadaan di dalam mana tidak ada lagi laknat (ay. 3), baik atas manusia maupun atas bumi di mana manusia hidup atau di kota di mana dia tinggal. atau atas hubungan apa pun yang berlaku di antara manusia – Kristus telah menghapus kutuk atau laknat dengan segala akibatnya. Di sini juga tampak gambaran tentang pelayanan, penglihatan yang sempurna, yaitu melihat wajah Tuhan kita dan nama-Nya akan tertulis di dahi kita. Di sini dikemukakan dua penghapusan lagi yakni penghapusan hal-hal yang telah menyulitkan dan membebani manusia: penghapusan semua kutuk, dan penghapusan malam untuk selama-lamanya.

Sekalipun demikian, yang paling membahagiakan hati kita dari nas ini bukanlah aspek-aspek negatifnya, tetapi berbagai penegasan positif yang disebutkan. Di dalam pasal ini kebahagiaan yang diinginkan Allah selama ini dan disediakan oleh-Nya mencapai puncak kesempurnaan: di surga kita akan senantiasa melayani Tuhan (ay. 3b): kita akan melihat wajah-Nya; dan nama-Nya akan dimeteraikan di dahi kita (ay. 4): kita akan memerintah bersama dengan Dia untuk selama-lamanya (ay. 5). Di sini janji-janji yang dikemukakan dalam Matius 5:8; I Yohanes 3:2; I Korintus 15:49 dan lain-lain akan menjadi pengalaman abadi orang-orang percaya. Dengan kata lain, kita akan memancarkan sifat Allah. kita akan melayani Tuhan, kita akan memerintah bersama dengan Allah, senantiasa bersukacita dan penuh kepuasan ketika memandang wajah-Nya yang mulia.

Semua rencana Allah yang ditetapkan sejak dunia didirikan, kini telah tercapai. Pemberontakan malaikat dan manusia telah dikalahkan sepenuhnya sebagai Raja atas segala raja yang memberlakukan kedaulatan-Nya. Orang yang ditebus melalui darah Anak Domba, telah bangkit dan berada dalam kemuliaan abadi. Hidup ada di mana-mana – dan maut tidak akan pernah mengganggu lagi. Langit dan bumi telah dibaharui. Terang, keindahan, kekudusan, sukacita, kehadiran Allah, penyembahan terhadap Allah, pelayanan kepada Kristus, keserupaan dengan Kristus – semua ini sekarang merupakan kenyataan abadi. Kosakata manusia untuk hidup sekarang ini tidak mampu untuk melukiskan dengan memadai apa yang telah dipersiapkan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia.

Epilog dari kitab Wahyu. Sebagaimana dalam pendahuluan kitab ini, di sini kita menemukan pernyataan bahwa Yohanes adalah saksi yang mendapatkan penglihatan dari Allah. Namun, dalam bagian penutup ini lebih ditekankan kutuk yang akan menimpa semua orang yang tidak menaati pesan-pesan wahyu. Kekudusan adalah unsur yang terus- menerus ditekankan dalam bagian ini.Dalam ayat 6-7 ada penegasan mengenai perkataan yang dapat dipercaya dan sahih. Allah dinyatakan sebagai yang memberikan roh pewahyuan, sama seperti Ia memberikan kata-kata-Nya kepada para nabi. Allah yang sama itu pula yang memberikan penglihatan kepada Yohanes bahwa kedatangan Kristus akan segera tiba.

Pertahankan jubah pembaruan hidup Anda bersih dan tanggap terhadap panggilan-Nya untuk senantiasa murni.

Injil hari ini, Jangan sampai terjerat!
Bacaan Injil hari ini berkaitan dengan bacaan I dari Kitab Wahyu agar kita selalu siap dan berjaga-jaga. Hari Tuhan bisa datang seperti suatu jerat bagi murid Kristus yang tidak menjaga diri dengan baik (34). Bagaimana cara menjaga diri yang baik? Dengan menjaga hati dari kesenangan duniawi, kemabukan yang dapat menghilangkan kesadaran, dan juga kepentingan hidup yang bisa memalingkan diri dari kewaspadaan untuk hidup sesuai dengan iman (34). Perhatikan bagaimana Yesus mengingatkan bahwa perhatian berlebihan pada kepentingan hidup dapat sama-sama berakibat buruk seperti pesta pora dan kemabukan. Semuanya itu bisa menumpulkan kepekaan murid Kristus. Kita bisa saja begitu disibukkan oleh berbagai urusan dalam hidup seperti keluarga, pekerjaan, relasi dengan orang lain, pengembangan diri, rekreasi, masalah, penyakit, dsb., yang membuat kita tidak peduli lagi terhadap masalah rohani kita. Fokus pada kepentingan hidup dapat membuat kita tidak lagi mendengarkan Allah atau mencari kehendak-Nya bagi hidup kita.

Karena itu murid Kristus harus siap siaga setiap waktu (36)! Caranya? Secara kontinu berbicara dengan Allah melalui doa dan mendengarkan Dia melalui pembacaan Kitab Suci. Tujuannya ialah supaya murid Kristus dapat tetap berdiri teguh di tengah semua godaan, pencobaan, dan pergumulan hidup (36). Juga supaya beroleh kekuatan dan dapat tahan berdiri di hadapan Tuhan Yesus Kristus sebagai seorang yang sudah diselamatkan. Hanya orang yang hidupnya waspada dan konsisten memelihara imanlah yang akan tahan di hadapan kemuliaan Tuhan kelak. Jangan sampai murid Kristus kedapatan tidak siap saat Ia datang nanti!

Yesus memanggil kita untuk setia sampai akhir, sampai kita berdiri di hadapan-Nya saat Ia datang untuk kedua kalinya. Jangan biarkan diri kita dilemahkan oleh berbagai kepentingan hidup yang begitu menarik perhatian kita. Taatilah semua kehendak Tuhan bagi kita agar kita tidak malu menemui Dia sebab kita berada dalam kondisi kerohanian yang segar, kuat, dan sigap!

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa adalah sang “Anak Manusia” yang mempunyai “kata terakhir”. Dan, apabila kami senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa, maka kami pun akan tahan berdiri dihadapan-Mu. Tuhan Yesus, datanglah! Amin. (Lucas Margono)

Harta-rohani 1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s