Renungan Selasa, 16 Desember 2014

Renungan Selasa, 16 Desember 2014, Hari Biasa, Pekan III Adven

OCD : Pfak B. Maria dr Malaikat, Prw;

Bacaan I : Zef 3:1-2,9-13

Hukuman atas Yerusalem
3:1 Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! 3:2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.
3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku. 3:11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.”

Mzm 34:2-3,6-7,17-18,19,23

Refren: Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.

Mazmur:

* Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku, Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
* Tunjukkanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakkannya.
* Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakkannya mereka Ia lepaskan.
* Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya, tidak akan menanggung hukuman.

Bacaan Injil : Mat 21:28-32

Perumpamaan tentang dua orang anak
21:28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 21:29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 21:30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 21:32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

Renungan:

Sebagai akibat dari penyembahan Baal dan Molokh, Yerusalem mengalami kemerosotan. Para pemimpin agama hidup dalam perzinahan, dan mereka mempersembahkan anak laki-laki mereka sebagai kurban manusia dengan maksud untuk mendapatkan kemurahan hati dari dewa-dewa alam. Yeremia mengalami kesulitan dalam menemukan seorang yang saleh di Yerusalem (Yer. 5:1). Para pemimpin sipil dan agama berpihak pada penyembahan berhala dan bukan menjadi juru bicara Allah. Mereka inilah yang disebut si pemberontak dan si cemar. Israel tidak mau mendengarkan teguran. Dan Yerusalem telah diperingatkan. Para nabi sudah meminta dengan sangat kepada bangsa itu, namun segala anjuran untuk bertobat diabaikan. Perpecahan antara bangsa itu dengan Tuhan semakin lebar dari hari ke hari.

Namun Zefanya menubuatkan bahwa pada saatnya nanti, ada sisa Israel yang kecil dan lemah akan berpaling dari hujatan penyembahan berhala dan menaikkan pujian kepada TUHAN. Bibir yang bersih bisa diartikan sebagai bentuk penyembahan religius yang hendak mereka jalankan. Sebelumnya mereka adalah penyembah berhala; sekarang Tuhan berjanji untuk memulihkan penyembah-Nya di antara mereka. Setelah penghukuman itu, TUHAN akan membawa umat-Nya kembali dari seluruh wilayah pembuangan. Bahkan negeri yang begitu terpencil seperti Etiopia akan merasakan tindakan anugerah TUHAN ini.

Pada akhirnya penghukuman akan berakhir bagi orang-orang yang bertobat. Sekelompok orang-orang yang tersisa akan dibersihkan dari penyembahan berhala dan akan kembali dan segala penderitaan akibat pembuangan akan disingkirkan dari mereka. Para pemimpin yang jahat akan menemui takdir mereka. Mereka tidak akan lagi bisa meninggikan diri mereka. Harga diri palsu akan diubahkan menjadi kerendahan hati.

Pembuangan yang mengakibatkan banyak orang dari bangsa itu menjadi miskin menyadarkan mereka betapa sengsaranya terpisah dengan Allah. Banyak rakyat miskin yang menanggapi pembebasan di bawah pimpinan Koresy, sementara mereka yang kaya tetap tinggal di tempat pembuangan. Nubuatan itu juga melihat melampaui peristiwa kembali dari Babel itu ke masa di mana orang yang miskin dan rendah hati akhirnya menerima Mesias “Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat” Setelah pembuangan ke Babel, sekelompok orang-orang tersisa yang sudah disucikan dan dimurnikan akan kembali. Mereka tidak akan pernah lagi sujud kepada allah-allah kafir .

Injil hari ini, Mana lebih baik, mengatakan “ya”, tetapi tidak melakukannya atau mengatakan “tidak”, tetapi kemudian melakukannya? Itu yang Tuhan Yesus tanyakan kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Jawaban mereka menjadi dasar untuk Tuhan Yesus menghakimi mereka (ayat 31).

Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi adalah pemimpin-pemimpin agama yang seperti anak sulung dalam kisah Tuhan Yesus tadi. Merekalah yang pertama-tama diberikan firman Tuhan. Tetapi sayang, mereka tidak menindaklanjutinya dengan memercayai lalu melakukan kehendak Surga. Akibatnya mereka tetap tinggal di luar Kerajaan Allah. Hal sebaliknya terjadi. Para pemungut cukai dan perempuan sundal adalah seperti anak kedua yang menyesali sikap berdosa mereka dan bertobat ketika Yohanes pembaptis menegor mereka. Contoh jelas kedua kelompok ini ternyata tidak membuat para pemimpin agama itu menyesali sikap mereka itu dan bertobat (ayat 32).
Mengapa para pemimpin agama ini begitu sulit untuk percaya dan bertobat? Pertama, mereka menganggap diri lebih tinggi daripada kebanyakan orang. Yang perlu bertobat adalah orang berdosa, bukan mereka. Kedua, para pemimpin agama ini dibutakan oleh status mereka. Mereka merasa bahwa sebagai pemimpin agama tidak mungkin mereka ditolak oleh Allah. Status menghalangi mereka untuk bertobat.

Masalah yang sama terjadi kini. Banyak pemimpin juga aktivis rohani yang tidak peka (baca: buta) akan kebutuhan pembaruan hidup dan ketaatan kepada firman. Mereka terlalu yakin dengan status mereka sehingga gagal untuk rendah hati menerima teguran. Akibatnya ganda. Mereka sendiri tidak masuk ke Kerajaan Surga dan menghalang-halangi orang lain untuk masuk (menjadi batu sandungan). Tuhan Yesus akan menghakimi mereka kelak, sama seperti Ia menghakimi para pemimpin agama bangsa Yahudi.

Camkanlah: Pertahankan gengsi, Anda akan kehilangan hidup. Lepas gengsi, hidup akan datang!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk perumpamaan yang Kauajarkan kepada kami pada hari ini. Jadikanlah kami anak-anak yang senantiasa taat kepada perintah-perintah Bapa di surga. Amin. (Lucas Margono)

iman-perubahan-hidup-katolik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s