Renungan Rabu, 28 Januari 2015

Renungan Rabu, 28 Januari 2015 Peringatan Wajib St. Tomas Aquino, Im PujG/ Pekan Biasa III

Bacaan I: Ibr 10:11-18

10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. 10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, 10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. 10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. 10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, 10:16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” 10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

Mzm 110:1,2,3,4

Refren: Engkaulah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.

Mazmur:

* Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, sampai musuh-musuh-Mu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!!

* Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion, berkuasalah Engkau di antara musuhmu!

* Engkau meraja diatas gunung yang suci sejak kelahiranmu, sejak dalam kandungan, sejak fajar masa mudamu.

* Tuhan telah bersumpah, dan tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bacaan Injil : Mrk 4:1-20

Perumpamaan tentang seorang penabur
4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 4:3 “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” 4:9 Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” 4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” 4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 4:14 Penabur itu menaburkan firman. 4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Renungan:

Dibebaskan secara sempurna
Orang yang menyandarkan diri kepada Hukum Taurat untuk keselamatannya, akan mendapatkan diri terus-menerus dituntut untuk melakukan segala perintah Taurat itu sebagai jaminan keselamatannya. Akibatnya, keselamatan tergantung pada usaha manusia dan bisa hilang. Orang seperti ini tidak mungkin memiliki sukacita dan damai sejahtera. Sebaliknya, ia hidup dalam ketakutan akan kehilangan keselamatan dan akhirnya binasa. Ketakutan ini wajar karena mereka bergantung kepada kemampuan diri sendiri untuk setia kepada semua perintah Taurat dan juga kepada kesetiaan para imam mempersembahkan kurban. Kalau para imam berhenti mempersembahkan kurban berarti mereka tidak akan mengalami pengampunan. Apakah hidup seperti ini yang Anda inginkan?

Kesempurnaan kurban Diri Kristus dengan satu kali persembahan kurban, menunjukkan Ia sudah menang terhadap kuasa dosa. Sekarang Kristus duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyatakan pemerintahan-Nya atas dunia ini (ayat 12). Keselamatan yang diwujudkan oleh pengurbanan-Nya di kayu salib bersifat permanent, Yesus telah memperdamaikan manusia dengan Allah. Namun hal ini tidak berarti bahwa orang bisa selamat dengan hanya sekedar percaya atau beriman kepada Yesus. Tetapi Iman itu harus diwujudkan dalam kehidupan yang baik (Efs 2:10) Oleh sebab itu, marilah kita yang sudah menjadi anak-anak-Nya karena iman dan perbuatan melayani Dia sepenuh hati.

Injil hari ini, Mendengar dengan peka

Mendengar adalah tindakan penting dalam sebuah proses belajar mengajar. Mendengar berarti menyimak agar dapat memahami dengan baik. Meski demikian, tidak semua orang dapat mendengar dengan saksama.
Dalam bacaan Kitab Suci hari ini, Yesus mengajak orang banyak dan para murid untuk mendengar: “Dengarlah” (ayat 3). Menarik bahwa dalam Markus 4 tidak kurang dari 11 kali kata dengar diucapkan oleh Yesus ( 4:3, 9, 12, 15, 16, 18, 20, 23, 24). Mengapa demikian? Sebab Yesus menghendaki orang mendengar dengan saksama, bukan asal mendengar. Itulah yang disampaikan Yesus melalui perumpamaan penabur.

Yesus mewakili tibanya Kerajaan Allah ke dalam sejarah umat manusia dengan menjadi Penabur benih Injil. Walau demikian tidak seorang pun luput dari pengaruh kerja Iblis. Ada tiga jenis tanah yang tidak bisa menerima benih dengan baik: tanah di pinggir jalan, tanah berbatu, dan tanah yang ditumbuhi semak duri. Ketiganya menggambarkan orang yang mendengar firman tanpa menyimak dengan baik. Maka bisa saja terjadi penerimaan yang dangkal, penganiayaan dan penindasan yang memunculkan kekhawatiran, dan lahirnya keinginan duniawi. Akibatnya banyak yang mengalami firman itu tercabut, menjadi gersang dan kering, atau tidak tumbuh subur. Tentu kita tak bisa mengharapkan buah dalam kondisi semacam ini.

Sedangkan tanah yang baik adalah gambaran tentang pendengar firman yang menyimak dan menyambut dengan baik. Mereka memahami dan menaati dalam iman. Selanjutnya firman menjadikan iman matang dan mendatangkan hasil. Ini akan terlihat dalam disiplin dan kesetiaan mendengar firman terus menerus, aktif dalam pelayanan, mencintai kebenaran dan keadilan, serta gemar melakukan kebajikan bagi sesama. Inilah murid Yesus yang sejati. Tentu buah yang luar biasa itu merupakan anugerah Allah.

Renungkan: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengar Firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk. 11:28)

DOA: Tuhan Yesus, aku sadar sekali bahwa Engkau sangat mengasihiku dan sesamaku. Engkau begitu memperhatikan diriku dan mengajar aku bagaimana caranya menghayati hidup sebagai murid-Mu di dunia ini. Berkatilah langkah-langkahku hari ini selagi aku berupaya menyuburkan benih hidup baru-Mu dalam diriku. Ajarlah aku untuk percaya sepenuhnya kepada rahmat-Mu dalam setiap langkah yang kuambil. Amin. (Lucas Margono)
Menebar benih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s