Renungan Sabtu, 9 Mei 2015

Renungan Sabtu, 9 Mei 2015, Hari Biasa Pekan V Paskah

OAD: Pfak. B. Maria Katarina dr St. Agustinus, Prw,
Ocarm: Pfak. St. Gregorius Preca Imdiosesan
OFM/OFMConv/OSC/OFR/OFS: Pfak. S. Katarina dr Bologna, Prw
OFMCap/OSCCap: Pw S. Katarina dr Bologna, Prw

Bacaan I: Kis 16:1-10

Timotius turut serta dengan Paulus
16:1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. 16:2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium, 16:3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Paulus menyeberang ke Makedonia
16:4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. 16:5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. 16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.16:7 Dan setibanyadi Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. 16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” 16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Mazmur : 100:1-2,3,5,

Refren: Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

Mazmur:

* Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai eluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah kehadapan-Nya dengan sorak-sorai.

* Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan pynyanya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

* Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil: Yoh15:18-21

Dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya
15:18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu
membenci Aku dari pada kamu. 15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari
dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia
membenci kamu. 15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, merekajuga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 15:21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Renungan:

Rekan kerja dan Roh Kudus

Kesuksesan dalam pelayanan bukan dihasilkan semata-mata oleh kemampuan diri sendiri meskipun seseorang memiliki talenta. Ada faktor-faktor lain yang berperan, misalnya rekan kerja yang sehati. Jelas, faktor yang terpenting adalah pimpinan Roh Kudus.

Perjalanan pewartaan Injil telah membawa Paulus ke Kota Listra. Itulah kota asal Timotius. Dari latar belakang dan kesaksian hidup Timotius, Paulus segera menyadari potensi anak muda itu sebagai rekan kerjanya (ayat 1-2). Paulus segera merekrut Timotius (ayat 3). Dengan rekan kerja baru, pelayanan pewartaan Injil dapat lebih diperluas. Injil segera diwartakan dari kota ke kota (ayat 4-5). Semua keberhasilan itu tentu dikarenakan kepekaan dan ketaatan Paulus dan rekan-rekannya akan pimpinan Roh Kudus.

Demikian juga mereka taat ketika Roh Kudus memberikan penglihatan baru. Roh Kudus melarang mereka masuk ke Asia, sebaliknya mengarahkan mereka melihat ke daratan Eropa (ayat 6-9). Ketaatan mereka akan membawa Injil masuk ke daratan Eropa. Kelak Injil akan tiba di Kota Roma. Roma saat itu adalah pintu gerbang menuju seluruh dunia. Dengan demikian langkah ketaatan pada visi Makedonia ini adalah langkah pasti menuju ke penggenapan nubuat Tuhan Yesus, “… kamu akan menjadi saksi-Ku… sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8).

Panggilan untuk mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi masih sangat relevan untuk Gereja masa kini. Masih banyak daerah, suku, bangsa, dan bahasa yang belum mendengar Injil. Tuaian masih sangat banyak sementara pekerja terlalu sedikit (Mat. 9:37). Untuk itu, kita perlu meminta kepada Tuhan rekan-rekan kerja yang sehati dan sepanggilan. Kemudian dengan berdoa sungguh-sungguh dan merenungkan firman-Nya, kita meminta pimpinan Roh yang jelas ke mana Tuhan mau utus kita pergi.

Injil hari ini, Dunia [bukan cuma] panggung kebencian
Faktanya demikian: Walaupun dunia ini makin modern dan paham humanisme makin berkembang, tetapi kebencian dan kekejaman manusia terhadap manusia lain pun makin bertambah, baik dalam kuantitas, \’kualitas\’, dan kekerapan. Mengingat kebencian selalu membuahkan reaksi kebencian serupa, tak heran jika era \’maju\’ yang kita alami kini lebih seru ketimbang masa barbar dulu kala. Pihak-pihak yang memusuhi orang Kristen pun tidak berkurang. Mengapa? Alasannya terjabar jelas dalam nas ini. Dunia membenci murid-murid Yesus, karena dunia sendiri telah membenci dan menolak Yesus “tanpa alasan.” Dunia tidak percaya. Karena itu, respons para murid yang percaya kepada Yesus memang mesti berbeda dengan dunia.

Hal pertama yang kita lihat di dalam nas ini adalah para murid mesti menyatakan diri berbeda dari dunia ini, walau tadinya berasal dari dunia ini. Tentu hal ini tidak mudah. Namun bukan berarti kita tidak bisa wujudkan karena adanya dasar firman dan karya Roh Kudus di dalam hidup kita. Dunia boleh saja larut dalam kebencian dan dosanya, tetapi seorang murid Kristus justru harus berani menampakkan keberbedaannya di tengah semua itu. Karenanya di dalam nas ini kita bertemu dimensi kemuridan lainnya, yaitu tampil beda dari dunia. Selain itu kita juga menemukan bahwa selain berbeda, para murid juga harus bersaksi kepada dunia. Apa yang harus menjadi isi kesaksian kita sebagai murid Kristus? Kristus, karya-Nya bagi kita, dan panggilan-Nya kepada dunia.

Paragraf di atas mungkin terasa naif dan konyol: kenapa kebencian justru dilawan dengan kesaksian? Namun kita tidak boleh lupa bahwa kita bisa menjadi murid karena kuasa dan anugerah Tuhan yang dahsyat. Kesaksian kita pun, dalam waktu dan rencana-Nya, niscaya menghasilkan sesuatu yang dahsyat pula. Dunia pun telah, sedang, dan akan jadi panggung kedahsyatan kuasa Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita yang berkarya dalam kesaksian kita.

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah Kerajaan-Mu datang dan kehendak-Mu terjadi. Berikanlah kepada kami rahmat untuk berada dalam kehadiran-Mu setiap saat, sehingga dengan demikian kami juga dapat menjadi terang bagi dunia. Amin. (Lucas Margono)

last-supper-09

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s