Renungan Selasa, 12 Mei 2015

Renungan Selasa, 12 Mei 2015, Hari Biasa Pekan VI Paskah

Pfak S. Nereus dan Akhilleus , Mrt, Pfak S. Pankrasius, Mrt
OAD: Pfak B. William Tirri, ImMrt
OFM/OFMCon/ OSC/Ofr: Pfak S. Le0poldus Mandic, Im
OFMCap/OSCCap/OFS: Pw. S. Leopoldus Mandic, Im

Bacaan I: Kis 16:22-34

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan
celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!” 16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 16:30 Ia mengantar
mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku
perbuat, supaya aku selamat?” 16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada
Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” 16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 16:34 Lalu ia membawa mereka kerumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Mazmur: 138:1-2a,2b-3,7c-8

Refren: Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.

* Akuhendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud kea rah bait-Mu yang kudus.

* Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

* Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bacaan Injil: Yoh 16:5-11

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan
tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? 16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Renungan:

Hukum, politik, dan kuasa Allah.
Di Indonesia, banyak Kristen yang buta permasalahan hukum dan politik. Konsekuensinya: (1) Orang Kristen seringkali dilecehkan oleh pihak lain, (2) Gereja tidak berdaya untuk memberdayakan jemaatnya berkiprah di bidang ini, (3) Gereja ‘mengagungkan’ kuasa Tuhan secara ekstrim sehingga mengharamkan segala bentuk pemberdayaan intelektual demi kepentingan gereja. Paulus memberikan teladan bagi gereja dalam mengkombinasikan kuasa Allah yang menyertainya dengan hukum dan politik yang ia kuasai.

Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi karena kelicikan para tuan hamba perempuan yang sudah bertobat itu, yang mengangkat hukum sebagai isu utama untuk menutupi isu ekonomi (21). Dakwaan yang dijatuhkan sudah memenuhi aspek legal, karena hukum Romawi melarang warga negaranya menjalankan tata ibadah sebuah agama yang belum disahkan oleh pemerintah setempat, namun biasanya ada toleransi sejauh agama itu tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik (20-21). Di penjara, Paulus dan Silas tetap berdoa seperti yang diajarkan oleh Yesus (Luk. 18:1) dan memuji Tuhan sebagai tanda sukacita. Kesukacitaan di tengah penderitaan yang tidak seharusnya dialami, memanifestasikan keselamatan sejati yang selalu mengatasi segala keadaan. Kuasa kesaksian mereka diperkuat oleh Allah dengan gempa bumi yang mendobrak pintu penjara dan belenggu mereka. Peristiwa ini dan firman Tuhan yang diberitakan Paulus membawa kepala penjara dan seluruh keluarganya kepada keselamatan.

Mengapa mereka tidak segera keluar dan mengapa baru sekarang mereka menggugat (37)? (1) mereka ingin menegaskan bahwa kuasa Allah melebihi segala kekuatan hukum yang dimilikinya sebagai warga negara Romawi, yang tidak boleh didera dan dipenjara tanpa proses pengadilan. (2) ia ingin mengajar para pejabat pemerintah bahwa orang Kristen tidak bisa diremehkan dan dilecehkan begitu saja secara hukum dan politik karena mereka ‘melek’ hukum. (3) agama Kristen bukanlah agama ‘murahan’ karena dianut oleh warga negara Romawi yang terhormat.

Nyatakanlah bahwa orang Kristen Indonesia tidak bisa dilecehkan secara hukum dan politik. Wartakanlah bahwa agama Kristen bukanlah agama kelas ‘kacangan’ yang dianut oleh orang-orang yang mudah dilecehkan.

Injil hari ini, Ketika rintangan menghadang
Yesus mengajarkan para murid-Nya bahwa dunia pasti akan membenci mereka. Dunia melakukannya karena merasa sedang berbuat hal yang benar bahkan baik di hadapan Allah (ayat 1-2). Hal tersebut dilakukan dunia karena mereka tidak mengenal Yesus maupun Bapa sebagai Allah sejati. Mereka buta rohani dan hanya dapat dicelikkan matanya oleh pekerjaan Roh Kudus.

Yesus menegaskan bahwa pekerjaan Roh Kudus bukan hanya hadir di dalam diri murid-murid dan menolong mereka melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah. Roh Kudus juga akan menyadarkan dunia ini akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (ayat 8-11). Dosa membutakan mata rohani seseorang untuk mengenal Yesus. Roh Kudus akan mencelikkan mata rohani orang tersebut. Selama Yesus di dunia, konfrontasi-Nya dengan dunia selalu mengungkapkan kebenaran. Setelah Yesus pergi, Roh Kuduslah yang akan menyingkapkan kebenaran kepada dunia ini. Melalui kematian Tuhan Yesus, para penguasa dunia dikalahkan. Hanya setelah penguasa dunia dikalahkan, dunia akan disadarkan bahwa mereka hidup di bawah bayang-bayang penghakiman Allah.

Roh Kudus sudah dicurahkan ke tengah orang-orang beriman sejak hari Pentakosta (Kis. 2). Roh Kudus adalah sumber kita bertumbuh ke arah Kristus dan dengan setia mengiring Dia. Oleh kesaksian Roh Kudus, dari banyak orang yang membenci pengikut Yesus, pasti ada orang-orang yang diinsyafkan dan diselamatkan! Sekarang ini, tugas pengabaran Injil dan kesaksian pelayanan lebih luas ada di pundak kita. Namun, keberhasilan penginjilan kita maupun kontribusi kita untuk menyatakan kebenaran pada dunia ini ada pada kuasa dan otoritas Roh Kudus. Hanya Dia yang bisa menginsyafkan manusia berdosa akan dosa-dosanya. Yang dituntut dari kita adalah kesetiaan dan keberanian untuk menyaksikan Kristus!

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk kehadiran-Mu. Penuhilah diriku dan bergeraklah dalam diriku seturut kehendak-Mu. Perkenankanlah diriku mengalami sentuhan-Mu yang penuh kasih sekarang, selagi aku menyerahkan diriku kepada-Mu sekali lagi. Siapkanlah diriku untuk hari di mana aku akhirnya dapat berjumpa dengan Yesus Kristus. Amin. (Lucas Margono)

Gbr12Mei15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s