Renungan Senin, 18 Mei 2015

Renungan Senin, 18 Mei 2015, Hari Biasa Pekan VII Paskah

Pfak. S. Yohanes I, PausMrt
FMA/SDB: Pfak. S. Leonardus Murialdo, Im
OAD: Pfak. B. Willem Toulouse, Im
OFM/OSCCap: Pesta S. Feliks dr Cantalice, Biarw
OFMConv/OFMCap/OSC/OFR/OFS: Pw. S. Feliks dr Cantalice, Biarw
OSA: Pfak. B.Willem Toulouse, Im

Bacaan I: Kis 19:1-8

Paulus di Efesus
19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang
murid. 19:2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” 19:3 lalu kata
Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” 19:4 Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” 19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh
Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh
dan bernubuat. 19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
19:8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Mazmur 68: 2-3,4-5ac,6-7ab

Refren: Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

* Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.

* Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!

* Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara. Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

Bacaan Injil: Yoh 16:29-33

16:29 Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. 16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” 16:31 Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang? 16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ketempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Renungan:

Injil buat semua
Rupanya Apolos tidak sendirian. Di Efesus, Paulus juga menemui orang-orang yang hanya mengetahui baptisan Yohanes (1-2). Mereka mengenal Mesias hanya dari pemberitaan Kitab Suci (Perjanjian Lama) melalui pengajaran Yohanes Pembaptis.

Bagi Paulus, menjadi percaya berarti menerima Roh Kudus, dan menerima Roh Kudus adalah bukti bahwa orang telah percaya. Rupanya waktu itu pertanyaan tentang iman kepada Yesus Kristus, pertobatan, dan menerima Roh Kudus adalah pertanyaan standar saat orang menerima baptisan. Maka waktu Paulus tahu bahwa mereka belum kenal Roh Kudus, ia tahu bahwa sesungguhnya mereka belum terhitung dalam bilangan orang percaya. Sebab itu Paulus mengajar mereka (3-4). Lalu mereka percaya dan menerima Roh Kudus (6), seperti yang telah dialami para murid pada peristiwa Pentakosta (Kis. 2). Ini bukan peristiwa pembaptisan ulang atau pengalaman rohani kedua, karena baptisan pertobatan yang telah mereka terima dari Yohanes bukan hanya tidak lengkap tetapi juga jadi usang (lih. Luk. 16:16).

Penumpangan tangan Paulus atas mereka menjadi tanda bahwa mereka saat itu tergabung ke dalam gereja, yaitu orang-orang yang percaya kepada Kristus dan menerima Roh Kudus (band. Kis. 8:17). Dalam kebesaran kasih karunia-Nya, Tuhan menganugerahkan karunia bahasa roh dan nubuat sebagai konfirmasi bahwa berkat keselamatan telah menjadi milik mereka.
Mempelajari kisah ini membuat kita memahami, bahwa Injil perlu diberitakan bukan hanya kepada mereka yang belum pernah mendengarnya sama sekali. Injil juga harus diwartakan kepada mereka yang tahu tentang Yesus Kristus namun belum menerima Dia sebagai Juruselamat mereka secara pribadi. Kita tidak boleh lupa membimbing orang-orang (terutama generasi muda), agar mereka sungguh mengenal Yesus oleh Roh Kudus dan bukan sekadar tahu tentang Yesus.

Injil hari ini, Maju dalam pengenalan
Penggunaan kiasan oleh Yesus menunjukkan kondisi rohani murid-murid-Nya yang tidak dapat memahami kebenaran rohani. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus dalam hati mereka yang membuat para murid Yesus paham dalam arti tahu dan sadar bahwa Allah benar-benar mengasihi mereka di dalam Yesus, utusan-Nya (ayat 25-26). Ketika itulah terjalin hubungan iman dan kasih para murid dengan Yesus. Pada saat itulah kata-kata Yesus akan menjadi jelas, hubungan doa menjadi hidup, serta pengenalan tentang status dan peran Yesus menjadi nyata pula (ayat 28).

Pada waktu itu, tampaknya para murid mulai memahami ajaran Yesus dan memercayai perkataan-Nya (ayat 29-30). Namun pemahaman dan percaya mereka itu belum mengalami ujian. Ujian datang ketika Yesus disalibkan dan ternyata hal tersebut menggoncangkan iman para pengikut-Nya (ayat 31, 32). Saat itu mereka akan tercerai-berai. Yesus melihat bahwa mereka memerlukan peneguhan untuk percaya kepada-Nya. Pertanyaan Yesus mendesak para murid untuk menguji kemurnian dan kesungguhan mereka mengikut Dia (ayat 31). Sebelum itu terjadi, Yesus menegaskan bahwa bahkan dalam kematian-Nya Bapa tidak meninggalkan Dia.

Pemahaman kebenaran pengenalan yang jelas tentang Yesus membuat kokoh iman yang sedang mengalami ujian dan memampukan para pengikut-Nya beroleh damai sejahtera (ayat 32b-33). Roh Kuduslah yang akan memampukan mereka mengerti semua kebenaran ini, bahwa di balik penderitaan Yesus ada kemenangan sejati atas dunia ini.

Memahami dan memercayai Yesus bukan sekadar pemahaman intelektual dan teoritis. Memahami dan memercayai Yesus adalah pengalaman hidup bersandar kepada firman-Nya yang akan terus-menerus dijelaskan artinya oleh Roh Kudus yang hadir senantiasa dalam hidup kita.

Renungkan: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya…” (Filipi 3:10).

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Putera Allah yang telah mengalahkan dunia. Engkau datang ke tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan kami dan memberikan hidup kekal kepada kami. Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami damai-sejahtera-Mu dan keberanian untuk menanggung segala pencobaan dan penderitaan yang datang menerpa kami. Amin. (Lucas Margono)

Gb18Mei15

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s