Renungan Kamis, 21 Mei 2015

Renungan Kamis 21 Mei 2015, Hari Biasa, Pekan VII Paskah

Pfak. S. Kristoforus Magallanes, Imdkk Mrt
OMI. Hari Raya S. Eugenius dari Mazenod, Usk.

Bacaan I: Kis 22:30; 23:6-11

Paulus di hadapan Mahkamah Agama
22:30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.

23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.” 23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. 23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan,
bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. 23:9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.” 23:10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. 23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Mazmur: 16:1-2a,5,7-8,9-10,11

Refren: Jangan aku, ya Tuhan, sebab pada-Mu aku berlindung.

*       Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang yang diundikan kepadaku.”

*    Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan: karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

*    Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai,  dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

*    Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bacaan Injil: Yoh 17:20-26

17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia
dijadikan. 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Renungan:

Kebangkitan Kristus membuat orang Kristen berbeda.
Paulus yang telah melalui saat-saat yang sulit dan genting, mengalami kemerosotan fisik dan psikis. Karena itulah ia sempat kehilangan kontrol emosi setelah mendapat tamparan pada mulutnya, sehingga ia membalas tamparan itu dengan kutukan. Pernyataan Paulus (1) adalah hujatan kepada Allah, karena menurut Yudaisme, jika seorang yang mengaku Yahudi namun mengikuti ajaran Yesus, ia adalah seorang pendosa besar di hadapan Allah.

Hanya sesaat Paulus kehilangan kontrol. Begitu menyadari bahwa ia berhadapan dengan Imam Besar, ia pun mengakui kesalahannya. Tindakan ini mempunyai dua implikasi sebab-akibat yang dalam. Pertama, Paulus masih mentaati tradisi Yahudi yang begitu menghormati seorang pemimpin bangsanya. Kedua, ini merupakan penegasan tidak langsung dari Paulus bahwa persengketaan yang terjadi antara dia dan orang-orang Yahudi bukanlah permasalahan tradisi, kebudayaan, ataupun etnis. Ada persoalan yang lebih hakiki. Karena itulah, tanpa membuang waktu, Paulus segera mengungkapkan alasan utama penangkapan dirinya. Paulus hanya melihat bahwa hadirnya 2 partai besar (Farisi dan Saduki) ditambah dengan wakil pemerintah Romawi dalam satu sidang merupakan kesempatan berharga bagi Paulus untuk menyatakan kebenaran fundamental Kekristenan yaitu kebangkitan Kristus yang menjadi dasar bagi kebangkitan orang mati. Sebab Saduki mempunyai pengaruh yang cukup dominan di dalam Mahkamah Agama. Sedangkan Farisi mempunyai suara yang lebih dominan di masyarakat.

Bahkan bagi Paulus kebangkitan Kristus bukan sekadar kebenaran yang ia yakini namun kebenaran yang ia alami sebab kuasa kebangkitan Kristus senantiasa hadir dan menguatkannya. Setelah diselamatkan untuk yang kedua kalinya oleh tentara Romawi, adalah wajar jika dia cemas dan bertanya-tanya tentang masa depannya. Harapan untuk meninggalkan Yerusalem hidup-hidup apalagi kesempatan untuk pergi ke Roma sangat kecil.

Orang Kristen berbeda dengan orang lain bukan karena perbedaan etnis, ras, ataupun latar belakang budaya. Orang Kristen beda karena Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya yang senantiasa hadir di dalam kita, apa yang perlu kita takutkan?

Injil hari ini, Kesatuan orang beriman
Ada orang yang mendefinisikan bahwa agama adalah sesuatu yang dilakukan seseorang di dalam kesendiriannya. Ini mungkin tepat untuk beberapa agama tertentu. Namun tidak demikian dengan kekristenan. Kita, yang menjadi pengikut Kristus, harus mengingat bahwa Kristus satu dengan Bapa dan di dalam kesatuan itu Ia mengharapkan pengikut-Nya menjadi satu dengan Dia. Ia juga mengharapkan terjadinya kesatuan di antara murid-murid-Nya.

Beberapa kali dalam doa-Nya, Yesus mendoakan \’supaya mereka menjadi satu\’. Jelas bahwa Yesus sangat memperhatikan apa yang akan murid-murid-Nya lakukan di waktu kemudian. Ia menginginkan agar mereka bersatu. Kesatuan yang dimaksud bukanlah keseragaman atau bahwa semua orang Kristen harus berpikir dan melakukan hal yang sama. Kesatuan justru terlihat dengan baik di dalam keragaman. Orang memang senang berkumpul dengan orang yang sama dengan mereka, tetapi Tuhan memanggil kita bukan supaya kita merasa nyaman di tengah orang lain melainkan untuk menyesuaikan diri dengan gambaran Anak-Nya. Betapa indahnya kesaksian gereja yang memiliki anggota yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan strata sosial.

Kesatuan Kristen bukan hanya untuk dipraktikkan di gereja sendiri atau di kota yang kita tinggali. Kesatuan seperti yang Tuhan bicarakan adalah kesatuan global, mencakup luasnya dunia. Bila kita mendengar adanya orang Kristen yang terkena bencana, janganlah tinggal diam. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita adalah satu dengan orang yang terkena bencana itu.

Maka seharusnyalah kita, bersama dengan orang Kristen lainnya, memberikan bantuan sebagai sebuah pelayanan kepada saudara seiman yang tinggal di sana. Kita harus bersukacita dengan mereka yang bersukacita, menangis dengan mereka yang menangis, dan melayani mereka yang membutuhkan, entah mereka adalah anggota gereja kita atau orang yang tidak kita kenal. Mari kita mempraktikkan kesatuan orang percaya bagi pujian dan kemuliaan-Nya.

DOA: Roh Kudus Allah, pada hari-hari menjelang Hari Raya Pentakosta, penuhilah diri setiap umat Allah dengan pengalaman akan kasih-Nya. Gantikanlah rasa takut dan keserakahan kami dengan kasih kepada Allah Tritunggal Mahakudus, sehingga kami dapat menjadi satu dengan Allah dan satu dengan semua saudari dan saudara kami. Bangkitkanlah kami sebagai saksi-saksi bagi dunia, mengundang setiap orang untuk menemukan kasih yang memiliki daya transformasi dalam diri Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin. (Lucas Margono)

21Mei

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s