Renungan Senin, 25 Mei 2015

Renungan Senin, 25 Mei 2015, Hari Biasa, Pekan Biasa VIII

Pfak. S. Beda Venerabilis, ImPujG
Pfak. S. Gregorius VII, Paus
Pfak. S. Maria Magdalena de Pazzi, Prw
RSCJ: Hari Raya S. Magdalena dan Sofia, Pendiri Tarekat
BHK/ FDNSC/ MS: Hari Raya Bunda Hati Kudus, Pelindung Utama Tarekat
FMA/ SDB: Peringatan Arwah Anggota Tarekat
OCarm: Pesta S. Maria Magdalena de Pazzi, Prw
OCD: Pw.S. Maria Magdalena de Pazzi, Prw
OCSO: PW. S. Beda Venerabilis, ImPujG

Bacaan I: Sir 17:24-29

17:24 Namun untuk orang yang menyesalpun Tuhan membuka jalan kembali, dan orang yang kehilangan ketabahan hati dilipur oleh-Nya.
17:25 Berpalinglah kepada Tuhan dan lepaskanlah dosa, berdoalah di hadapan-Nya dan berhentilah menghina.
17:26 Kembalilah kepada Yang Mahatinggi dan berpalinglah dari yang durjana, dan hendaklah sangat benci kepada kekejian.
17:27 Siapa gerangan di dunia orang mati memuji Yang Mahatinggi, sebagai pengganti orang yang hidup dan yang mempersembahkan pujian?
17:28 Dari orang mati lenyaplah pujian seperti dari yang tiada sama sekali, sedangkan barangsiapa yang hidup dan sehat memuji Tuhan.
17:29 Alangkah besarnya belas kasihan Tuhan serta pengampunan-Nya bagi semua yang berpaling kepada-Nya!

Mazmur: 32:1-2,5,6,7

Refren: Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Mazmur:

* Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagilah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!

* Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu, dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan” dan mengaku segala pelanggaranku. Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.

* Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakkan; kendati banjir besar terjadi, ia tidak akan terlanda.

* Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan! Engkau menjagaku terhadap kesesakan Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

Bacaan Injil: Mrk 10:17-27

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 10:18 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” 10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” 10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” 10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” 10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Renungan:

Bacaan Kitab Sirakh hari ini mengajarkan bahwa, walupun orang penuh dengan dosa, tetapi jika ia menyesal dan bertobat, Allah senantiasa membukakan pintu pengampunan serta penghiburan. Orang harus memulai hidup baru dengan berpaling kepada Tuhan, menyesali atas segal dosa yang pernah dilakukan, dan mengubah kebiasaan menghina dan merendahkan orang lain menjadi hidup baik dan senantiasa menjalin relasi yang akrab dengan Tuhan melalui doa yang diwujudkan dalam hidup baik di tengah masyarakat. Orang berdosa yang tidak bertobat ibarat orang mati, sehingga tidak mungkin bisa memuji Allah. Namun bagi orang yang bertobat akan mengalun lagu pujian dari mulutnya kepada Tuhan, atas besar belas kasih dan pengampunan-Nya bagi manusia.

Injil Hari ini, Bukan karena harta
Seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal ternyata belum benar-benar serius memiliki keinginan itu. Ia memang telah melakukan semua hukum Taurat, bahkan sejak masa mudanya (ayat 20). Ia mengira bahwa ketaatannya itu bisa menjadi modal untuk memiliki kehidupan kekal. Namun ketika ada syarat yang Yesus ajukan, yaitu untuk menjual harta kekayaannya, ia merasa keberatan (ayat 22). Bagi dia, harta kekayaannya jauh lebih berharga daripada harta di surga yang belum kelihatan. Mungkin dia telah bersusah payah untuk mendapatkan harta sebanyak itu. Lalu bagaimana mungkin ia harus membagikannya begitu saja kepada orang lain, kepada orang miskin dan lantas ia sendiri ikut menjadi miskin? Lagi pula bagaimana ia dapat hidup selanjutnya? Ternyata ia telah menyandarkan hidupnya pada hartanya. Penolakannya untuk berpisah dari hartanya memperlihatkan bahwa ia telah menjadikan harta sebagai berhala. Kekayaannya telah membuat dia menolak hidup kekal.

Kekayaan memang dapat membuat orang merasa tidak memerlukan Allah. Haus harta dapat menggantikan kehausan akan kebenaran. Meski demikian, Yesus bukan sedang mengajarkan bahwa orang miskin lebih mudah masuk surga atau bahwa tiap orang harus melepaskan kekayaannya. Namun tiap orang harus menyadari kebutuhannya akan Allah. Semua orang harus sadar bahwa tidak ada sesuatu apapun yang bisa dilakukan untuk memperoleh hidup kekal. Hidup kekal hanya bisa diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Dan hanya Yesuslah yang dapat membayar harga itu.

Syukur kepada Allah karena hidup kekal itu bisa kita terima dengan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita.

DOA: Yesus Kristus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku! Aku membutuhkan kehadiran-Mu pada hari ini. Aku sungguh ingin agar kuat-kuasa Roh Kudus-Mu bekerja dalam diriku. Dengan ini aku meletakkan di hadapan-Mu segala hal dalam hidupku yang tidak berkenan kepada-Mu. Tuhan Yesus, ampunilah aku, orang yang berdosa ini. Amin.
(Lucas Margono)

Gbr25Mei

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s