Renungan Kamis, 4 Juni 2015

Renungan Kamis 4 Mei 2015, Hari Biasa, Pekan Biasa IX

CDD: Pw. Ratu Para Rasul Pelindung Kongregasi
DW dan SMM: PW. SP Maria, Ratu Para Rasul,
OADdan OSA: Pfak. B. Yakobus dr Viterbo, Usk,
OP: Pfak S, Petrus dr Verona, ImMrt,

Bacaan I: Tb 6:10-11; 7:1,6,8-13; 8:1,5-9a

6:10 Mereka memasuki negeri Media dan sudah sampai di dekat kota Ekbatana. 6:11 Lalu berkatalah Rafael kepada pemuda Tobia: “Hai saudara Tobia!” Sahutnya: “Ada apa?” Rafael menyambung pula: “Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sara.
7:1 Ketika mereka tiba di kota Ekbatana berkatalah Tobia kepada temannya: “Saudara Azarya, antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel saudara kami.” Iapun mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel didapati mereka duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberikan salam dahulu kepadanya dan dibalas oleh Raguel. Katanya: “Banyak-banyak salam, saudara-saudara. Selamat datang!” Mereka dipersilakan masuk ke rumah.
7:6 Maka melonjaklah Raguel. Ia memeluk Tobia sambil menangis lalu berkata: “Tuhan memberkati engkau, nak! Engkau adalah anak orang yang mulia dan baik! Alangkah celakanya orang yang benar dan penderma itu menjadi buta!” Iapun mendekap Tobia, saudaranya, sambil menangis. 7:8 Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya dan disambutnyalah mereka dengan ramah. 7:9 Setelah mereka mencuci dan membasuh diri dan sudah duduk makan maka berkatalah Tobia kepada Rafael: “Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku.” 7:10 Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu: “Makan dan minumlah dan bersenang-senanglah malam ini. Memang, saudara, tiada seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku, sebagi isterinya dari padamu. Karena itupun aku tidak berwenang lagi memberikannya kepada seseorang kecuali kepadamu. Sebab engkaulah yang paling akrab. Tetapi, anakku, aku mesti memberitahukan kebenaran! 7:11
Sudah kuberikan Sara kepada tujuh laki-laki dari antara saudara kita, tetapi pada malam ia mereka hampiri matilah mereka semua. Maka, anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja. Tuhan akan mengambil tindakan bagimu.” 7:12 Tetapi sahut Tobia: “Aku tidak akan makan atau minum apa-apa, sampai engkau mengambil keputusan tentang diriku.” Menjawablah Raguel: “Baiklah! Ia diberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab Musa. Dari Sorga sudah diputuskan, bahwa ia harus diberikan kepadamu. Maka hendaklah menerima saudarimu ini. Mulai sekarang ini engkau menjadi saudaranya dan iapun menjadi saudarimu pula. Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu selama-lamanya. Dan, anakku, semoga kamu pada malam ini juga dianugerahi oleh Tuhan semesta langit. Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera atas diri kamu.” 7:13 Lalu Raguel memanggil Sara anaknya dan iapun datang kepadanya pula. Tangan Sara dipegang oleh Raguel dan demikian Sara diserahkannya kepada Tobia. Dalam pada itu berkatalah Raguel: “Sungguh, sesuai dengan Hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa kuberikan kepadamu menjadi isterimu. Ambillah dia dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat walafiat. Moga-moga Yang berkuasa di Sorga menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua.”
8:1 Selesai makan dan minum mereka mau pergi tidur semua. Pemuda itu diantar ke luar untuk masuk ke kamar tersebut. 8:5 Maka bangunlah Sara dan mereka berdua dan mohon, supaya mereka mendapat perlindungan. Mereka angkat doa sebagai berikut: Terpujilah Engkau, ya Allah nenek moyang kami, dan terpujilah namaMu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau dan juga segenap ciptaanMu untuk selama-lamanya. 8:6 Engkaulah yang telah menjadikan Adam dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya sebagai pembantu serta penopang; dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkaulah bersabda pula: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia. 8:7 Bukan karena nafsu birahi sekarang kuambil saudariku ini, melainkan dengan hati yang benar. Sudilah kiranya mengasihani aku ini dan dia dan membuat kamu menjadi tua bersama.” 8:8 Serentak berkatalah mereka: “Amin! Amin!” 8:9 Kemudian mereka tidur semalam-malaman.
Mazmur 128:1-2,3,4-5

Refren: Berbahagialah semua orang yang takut pada Tuhan.

Mazmur:

* Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

* Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

* Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,

Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34

Hukum yang terutama
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat
kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama
ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” 12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan:

Perjalanan Tobia diringkas sebagai berikut; Pada malam pertama perjalanan Tobia dan malaikat Rafel yang menyamar sebagai seorang yang bernama Azarya, beristirahat dengan memasang kemah di pinggir sungai Tigris. Kemudian mereka berjalan bersama mendekati Media. Setelah memasuki Media akhirnya mereka tiba di Ekbatana, yang rupanya menjadi tujuan perjalanan mereka. Ini menjadi kejutan bagi Tobia dan para pembaca semua, sebab orang pasti mengira Tobia akan langsung pergi ke kota Ragai untuk mendapatkan uang Tobit dari Gabael. Semua terjadi karena petunjuk dari malaikat Rafael kepada Tobia, sebab tujuan sesungguhnya perjalanan Tobia adalah mencari sarana untuk penyembuhan Tobit ayahnya serta menyelamatkan perkawinannya dengan Sara.

Bimbingan Allah melalui Azarya (malaikat Rafael) kepada Tobia meliputi arah perjalanan, perintah untuk menangkap ikan, dimana bagian dalam ikan yang berupa hati, ginjal, dan empedu mempunyai daya penyembuhan bagi Tobit yang buta dan pengusiran iblis Asmodeuz yang ada ditubuh Sara, sehingga akan menyelamatkan perkawinan Tobia dengan Sara nantinya.

Penangkapan ikan terjadi dalam malam pertama perjalanan, dimana ikan itu hampir mencaplok kaki Tobia tetapi dengan petunjuk Rafael, Tobia berhasil menangkap ikan tersebut dan mengeluarkan empedu, hati, dan ginjal yang akan menjadi sumber penyembuhan. Rafael memberi petunjuk untuk menyembuhkan Tobit dan Sara. Petunjuk pertama, Rafael menjelaskan kepada Tobia bahwa, hati dan ginjal ikan berguna untuk mengusir roh jahat yang ada di tubuh baik laki-laki maupun perempuan seperti yang dialami Sara, dan empedu berguna untuk menyembuhkan kebutaan yang dialami oleh seorang pria.

Petunjuk perkawinan Tobia dengan Sara. Rafael mengingatkan Tobia bahwa ia telah diperintah ayahnya untuk menikah dengan seseorang dari kerabatnya. Sara pun hanya ingin menikah dengan kerabatnya atau sama sekali tidak menikah. Perkawinan Tobia dan Sara merupakan tindakan yang berbahaya, Tobia tahu bahwa Sara telah mempunyai tujuh suami, yang semuanya mati pada saat malam pertama karena iblis yang berada pada tubuh Sara. Namun Tobia juga tahu bahwa Rafael telah membakar hati dan ginjal dari ikan yang dapat mengusir iblis. Pada saat iblis diusir, Tobia harus melaksanakan pernikahannya dengan diiringi doa, doanya berujubkan keinginannya untuk mentaati ayahnya serta cintanya yang besar kepada Sara akan memeterai perkawinan yang telah ditentukan sejak semula.

Dari perikop ini ditunjukkan bahwa doa orang benar sangat besar kuasanya, dan pertolongan Tuhan itu sungguh nyata dalam kehidupan setiap umat-Nya.

Mazmur, Berkat atas rumah tangga,
dimulai dari kehidupan pribadi yang benar di hadapan Tuhan: hidup takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Sikap hidup seperti ini harus dimulai dari masing-masing pribadi anggota keluarga, sehingga keluarganya bahagia. Seorang suami sebagai kepala keluarga mengambil peran pemimpin rohani bagi keluarganya. Secara pribadi, seharusnya ia memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, sehingga dapat mengarahkan keluarganya kepada jalan-Nya.

Keluarga bahagia. Di sini digambarkan seorang suami yang hidup benar di hadapan Tuhan dan memenuhi tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Ia memiliki istri dan keturunan yang membahagiakan keluarganya. Istrinya akan menjadi seorang wanita yang menyenangkan hati suami dan anak-anaknya, sehingga suasana rumah damai dan nyaman. Demikian pula dengan anak-anaknya, kelak akan menjadi pewaris keluarga yang berguna.
Berkat yang benar dari Zion. Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya atas rumah tangga yang menjaga kebenaran hidupnya di hadapan Tuhan, sehingga kebahagiaan sejati menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Renungkan: Sudahkah keluarga Anda hidup takut akan Tuhan sehingga diberkati Tuhan?

Injil hari ini, Kasihilah
Para pemimpin agama Yahudi rupanya masih belum puas menguji Yesus. Kali ini ahli Taurat dan orang Saduki yang berbicara dengan Dia. Topik bahasan mereka kali ini adalah \’perintah yang terutama\’. Dengan topik itu, mereka ingin menguji Yesus untuk melihat apakah Ia menghargai hukum Musa. Melebihi apa yang mereka harapkan, Yesus mendefinisikan hukum itu ke dalam esensinya: kasihi Allah dengan segala yang kau miliki dan kasihi sesama seperti diri sendiri (ayat 30-31). Jawaban Yesus menarik. Walau diminta memberikan satu hukum yang dianggap terbesar, Ia menjawab dua hukum. Mengapa? Karena mengasihi orang lain adalah tindakan yang akan muncul bila orang mengasihi Allah. Kedua hukum ini saling melengkapi. Kita tidak dapat melakukan yang satu tanpa memenuhi yang lain. Hukum itu meringkas hukum yang tertulis pada dua loh batu yang diterima Musa. Hukum itu menyatakan kewajiban manusia kepada Allah dan tanggung jawab kepada sesama.

Kasih memang penting untuk mendasari sebuah relasi. Kita bisa saja menaati firman Allah tanpa mengasihi Dia. Namun ketaatan demikian bersifat hampa. Sebaliknya bila kita mengasihi Dia, niscaya kita menaati Dia. Selain itu kita harus mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kemampuan mengasihi sesama bergantung pada pemahaman bahwa Allah mengasihi mereka juga. Misalnya jika orang membuat kita marah, apa kita akan balas dendam? Jika ya, berarti sikap merekalah yang mendasari tindakan kita bukan firman Allah. Lalu apa kita harus tidak peduli perlakuan orang lain? Tidak. Alkitab mengajari kita cara berurusan dengan orang lain dan menangani perasaan saat merasa terluka. Namun solusi Allah dirancang untuk menghasilkan rekonsiliasi dan pertumbuhan iman. Bukan untuk balas dendam atau mengendalikan orang lain. Ingatlah bahwa tiap orang berharga di mata Allah. Pemulihan hubungan berarti menghargai Allah dan itu mewujud dalam sikap kita terhadap sesama sebagai ciptaan Allah.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Berikanlah kepadaku suatu kapasitas untuk mengasihi. Tolonglah diriku agar mau dan mampu untuk mengasihi sebagaimana Engkau mengasihi. Tolonglah agar mereka yang tidak jauh dari Kerajaan-Mu untuk menanggapi secara lebih penuh lagi panggilan-Mu untuk mengasihi. Terima kasih, ya Tuhan. Terpujilah nama-Mu untuk selama-lamanya. Amin.(Lucas Margono)

Juni4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s