Renungan Senin, 2 Nopember 2015

Renungan Senin, 2 Nopember 2015, PERINGATAN MULIA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN, Pekan Biasa XXXI

Bacaan I : 2Mak 12:43-46

12:43 Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. 12:44 Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. 12:45 Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

Mazmur 130:1-2,3-4,5-6a,6b-7,8

Refren: Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:

1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.

3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

4. Lebih daripada pengawal mengharapkan pagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

5. Dialah yang akan membebaskan Israel dan segala kesalahannya.

Bacaan II : 1Kor 15:12-34

Kebangkitan kita
15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 15:27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 15:28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. 15:29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? 15:30 Dan kami juga — mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? 15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. 15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”. 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Bacaan Injil : Yoh 6:37-40

6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Renungan:

Pada sekitar tahun 1960, dalam sebuah penemuan naskah-naskah Kitab Suci asli, khususnya dari Perjanjian Lama di Qumran, ditemukan juga diantara gulungan kitab-kitab tersebut., apa yang kita kenal saat ini sebagai Kitab Makabe 1 dan 2. Oleh Gereja Katolik, kitab ini dimasukkan dalam kumpulan Kitab Suci, walaupun oleh gereja-gereja Kristen (yang baru muncul sesudah akhir abad 15 dan terus bermunculan saat ini) tidak memasukkannya dalam daftar Kitab Suci mereka. Penenmuan Kitab Makabe di Qumran, menjadi bukti kuat, bahwa kitab ini sudah dikenal dan dimasukkan di antara kitab-kitab suci.

Salah satu ayat dalam 2Mak. 12:42,46: Mereka pun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya … Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh.

Hal ini menjadi alasan mengapa kita mendoakan arwah orang yang sudah meninggal. Agar dosa dan salah mereka di dunia ini dihapuskan. Agar pahala kekal dianugerahkan kepada mereka. Yesus, yang adalah Tuhan atas orang hidup dan orang mati, tentu memiliki kuasa atas orang hidup maupun sudah mati, ia dapat melakukan segalanya, juga yang nampak mustahil bagi manusia. Kristus menantikan semua yang diberikan Bapa kepadaNya, akan datang padaNya, di rumah BapaNya.
Kalau kemarin, kita merayakan Semua Orang Kudus, yakni saudara/i kita umat beriman yang telah mulia di surga. Hari ini, kita memperingati arwah semua org beriman, yakni saudara/i kita yang masih berada di api penyucian. Kedua perayaan ini menampakkan kesatuan Gereja sebagai communio sanctorum yang terdiri dari 3 kalompok, yakni: kita yang masih hidup dan berziarah di dunia ini; mereka yang sudah meninggal dan masih berada di api penyucian; mereka yang sudah meninggal dan sudah mulia di surga.

Pada peringatan arwah semua orang beriman ini, kita diajak untuk secara khusus mengenang dan mendoakan saudara/i kita yang sudah meninggal dan saat ini masih berada di api penyucian. Kita juga diajak menyadari makna kematian dalam terang iman kristiani. Kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Sebab, dengan kematian, hidup hanyalah diubah bukan dilenyapkan. Kematian justru merupakan awal dari kehidupan abadi di surga. Sebab, bagi kita telah disediakan kediaman abadi di surga, setelah hidup kita di dunia ini berakhir.

Surga adalah tempat orang kudus. Padahal, sebagian besar orang beriman, ketika berangkat dari dunia ini (mati) berada dalam keadaan dosa. Maka, sebelum masuk surga, harus disucikan/dikuduskan terlebih dahulu. Itulah yang terjadi di api penyucian. Bagi merekalah, kita berdoa supaya karena belas kasih Allah, mereka dikuduskan dan akhirnya diperkenankan masuk surga, bergabung dengan para kudus.

Untuk itu hari ini kita berdoa bagi saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia. Cinta kita kepada mereka tidak berhenti kendati kematian membuat kita dan mereka hidup dalam dunia yang berbeda. Kematian tidak memisahkan kita. Kematian orang yang kita cintai bahkan membuat kita terdorong untuk makin mencintai. Kalau kita berdoa, itulah ungkapan kasih kita, secara khusus dalam bulan November ini yang selalu dipersembahkan untuk mendoakan arwah-arwah dari semua orang beriman yang sudah dipanggil menghadap Tuhan.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita diselamatkan karena kasih karunia Allah oleh iman (lih. Ef 2:8, Tit 2:11; 3:7). Dan iman ini harus dinyatakan dan disertai dengan perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka iman kita itu mati (lih. Yak 2:17, 24, 26). Perbuatan kasih yang didasari iman inilah yang menjadi ukuran pada hari Penghakiman, apakah kasih kita sudah sempurna sehingga kita dapat masuk surga atau sebaliknya, ke neraka. Ataukah karena kasih kita belum sempurna, maka kita perlu disempurnakan dahulu di dalam suatu tempat/ kondisi yang ketiga, yaitu yang kita kenal sebagai Api Penyucian.

Sedangkan pada saat kita masih hidup, perbuatan kasih ini dapat dinyatakan dalam bentuk tindakan langsung, kata-kata atau dengan doa. Doa syafaat yang dipanjatkan dapat dinyatakan dengan mendoakan sesama yang masih hidup di dunia, maupun mendoakan mereka yang telah meninggal dunia. Oleh karena itu, maka Gereja Katolik mengajarkan akan adanya Api Penyucian, dan bahwa kita boleh, atau bahkan harus mendoakan jiwa-jiwa yang masih berada di dalamnya, agar mereka dapat segera masuk dalam kebahagiaan surgawi. Lihat Katekismus Gereja Katolik, no 1030-1032, yang menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini.

Dalam rangka “Peringatan Arwah Semua Orang Beriman” ini, kita dapat memperoleh indulgensi, yaitu penghapusan atas hukuman sementara dari dosa bagi orang yang sudah meninggal. Caranya adalah dengan mengunjungi makan dan/atau mendoakan arwah orang yang ingin kita mohonkan indulgensi. Jika dilakukan tiap hari dari tanggal 1-8 Nov, maka akan diperoleh indulgensi penuh; jika dilakukan pada hari lain, akan diperoleh indulgensi sebagian.

Marilah, kita doakan arwah saudara/i kita yang sudah meninggal. Akan tiba saatnya kelak, kita pun menjadi arwah dan harus menjalani pemurnian di api penyucian. Pada saat itulah, kita butuh doa, baik dari saudara/i kita yang masih hidup di dunia ini maupun dari para kudus di surga. Demikianlah, di dalam communio sanctorum itu, semua anggota Gereja saling mendoakan dan bersatu dalam doa.

Mazmur. Kedahsyatan pengampunan Allah
Dosa dan akibatnya memang menghancurkan dan mengerikan. Itu yang diungkapkan pemazmur dengan menggunakan ilustrasi orang yang terjebak di jurang dosa (1). Tanpa mampu menyelamatkan dirinya sendiri, orang yang berada dalam jurang dosa hanya bisa menunggu akibat dosa yang mengerikan, yaitu maut.

Akan tetapi, kedahsyatan akibat dosa dan kengerian maut kalah jauh jika dibandingkan dengan kedahsyatan kasih Allah. Kasih Allah dahsyat karena bukan hanya mengampuni manusia dari jurang dosa melainkan juga menyelamatkan manusia (4). Inilah yang diyakini oleh pemazmur sehingga dalam pergumulannya terbelenggu dosa, ia beriman saat memanjatkan seruan doa mohon pengampunan dan penyelamatan dari Allah (2-3).

Pengampunan dan penyelamatan dari Tuhan berlanjut pada kerinduan dan hasrat cinta pemazmur pada Allah sendiri (6). Itulah tanda kesejatian dari iman seseorang. Pengalaman memperoleh pengampunan dan penyelamatan Allah itulah yang selanjutnya membawa pemazmur berani menyerukan pertobatan kepada umat Tuhan yang berulang kali menyakiti hati-Nya, dengan kebebalan dan dosa mereka. Tujuan seruan pemazmur agar mereka juga mengalami penyelamatan dan pengampunan-Nya (7-8).

Sebagai mazmur pertobatan mazmur ini isinya sesuai dengan pesan Injil: Allah di dalam Yesus Kristus menyelamatkan dan mengampuni. Ini juga yang diakui gereja: kedahsyatan pengampunan Allah itu terletak pada pengurbanan Kristus yang tak bersalah agar semua dosa manusia dihapuskan dan diampuni. Karena itu jangan mencari jalan keluar dari pergumulan dosa Anda dari siapa pun juga, selain pada Kristus yang sudah mati dan bangkit. Hanya Dia yang sanggup dan mau mengampuni dan menyelamatkan Anda!

Bacaan kedua, Yesus sungguh bangkit!
Banyak bukti bahwa Yesus sungguh bangkit. Kubur yang kosong, kesaksian para murid dalam jumlah berbeda di berbagai kesempatan berbeda, juga kesaksian para musuh Yesus sendiri. Sungguh, kebangkitan-Nya tak perlu diragukan! Yang lebih penting ialah bertanya apa jadinya dengan hidup ini bila kita tidak sungguh mengalaskannya di atas kebangkitan Kristus? Fakta kebangkitan Kristus penting karena itu pasti berdampak langsung pada kehidupan iman kita. Ia yang bangkit memberi kita hidup yang penuh kasih karunia, semarak dengan kedahsyatan kuasa hidup dalam kebangkitan-Nya. Di dalam Dia, kuasa dosa dan maut tidak lagi berkuasa atas hidup orang beriman. Puji Tuhan!

Yesus pengharapan kita. Iman yang teguh pada Kristus yang bangkit akan tampak di dalam kehidupan yang penuh pengharapan. Kristen memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang bangkit adalah Tuhan yang memiliki segala kuasa di bumi dan di sorga. Sebaliknya keraguan atau kesalahpahaman tentang kebangkitan Yesus akan menyebabkan orang menaruh pengharapan pada hal lain. Sudah dua puluh abad Gereja mengalami bahwa hanya kebangkitan Yesus mampu memberi pengharapan sejati.
Kebangkitan Kristus menjamin hidup kekal kita!

Kondisi hidup yang akan dikaruniakan-Nya itu kelak telah bebas dari dosa. Rentetan sebab-akibat. Dosa Adam membuat kita mewarisi dosa asal. Kematian Adam dalam dosa membuahkan kematian kita di dalam dosa. Syukur bahwa Yesus sudah bangkit. Ketaatan dan kebenaran Yesus membuat kita dapat dibenarkan di dalam Dia di hadapan Allah. Kebangkitan Yesus adalah seperti buah sulung yang menandakan bahwa panenan pasti akan tiba. Yesus yang bangkit menjamin bahwa kita akan dibangkitkan, tubuh kita akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan yang sesuai dengan hidup kekal yang dikaruniakan-Nya.

Ia berkuasa di dalamku. Kenyataan hidup ini sudah teramat berat. Tiap hari kita bergumul melawan dosa. Tiap hari kita harus berhadapan dengan berbagai masalah pelik. Untuk apalagi hidup yang sudah sukar dan sulit itu ditambah-berati oleh penderitaan demi Kristus bila Dia tidak bangkit? Tetapi bila ada orang seperti Paulus yang mampu menjaga kekudusan dan tegar berkorban, dari mana datangnya kemungkinan itu bila bukan memang Kristus berkuasa di dalamnya?

Injil hari ini, Roti Hidup
Manusia duniawi tidak mungkin mengerti hal-hal rohani. Hanya seseorang yang memiliki Roh Allah yang mampu mengerti kebenaran rohani.
Tuhan Yesus telah menuding kedangkalan hidup orang banyak yang orientasinya hanya perut. Dia mengajak mereka untuk menujukan hidup mereka pada hal-hal yang esensial, yaitu hal-hal yang dikehendaki Allah. Kehendak Allah adalah manusia percaya kepada Tuhan Yesus (ayat 29) sebagai satu-satu-Nya utusan yang dimeteraikan Allah untuk memberikan hidup kekal (ayat 27b). Namun, lagi-lagi jawaban mereka menunjukkan orientasi mereka pada hal-hal lahiriah. Mereka menuntut tanda roti manna seperti yang Musa berikan kepada nenek moyang mereka di padang gurun (ayat 30-31).

Yesus mengingatkan mereka bahwa Allah Bapalah sumber manna itu bukan Musa (ayat 32). Kini Allah mengutus Tuhan Yesus sebagai roti yang dapat mengenyangkan untuk hidup kekal (ayat 33). Mereka tidak mampu memahami makna rohani yang Tuhan Yesus ajarkan (ayat 34). Hanya oleh anugerah Allah manusia berdosa dapat menyadari kebutuhan hidup mereka yang terdalam, yaitu hidup Allah sendiri. Hanya orang-orang yang Allah Bapa berikan kepada Yesus yang akan merespons Dia dan menerima-Nya dalam hati mereka (ayat 37) sehingga mereka dipuaskan selama-lamanya (ayat 35). Kristus adalah Roti Hidup yang diberikan Allah Bapa. Melalui ketaatan-Nya melaksanakan kehendak Bapa, setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman (ayat 39-40).

Kegagalan untuk menyadari hal rohani dan kekal di dalam dan melalui hal jasmani juga sering kita alami. Hanya dengan lebih dekat kepada Yesus dan menempatkan Dia berdaulat atas segala aspek hidup kita, kita semakin mampu menghayati hadirat-Nya di dalam semua aspek hidup kita yang sementara.

Renungkan: Ketika Anda kenyang secara jasmani, makin rindukah Anda dikenyangkan oleh firman dan hadirat-Nya?

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakudus, Engkau adalah kemuliaan bagi umat yang percaya dan kehidupan bagi orang-orang benar. Putera-Mu terkasih, Tuhan Yesus Kristus telah menebus kami dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Karena para saudari-saudara kami yang telah meninggal dunia percaya kepada misteri kebangkitan badan manusia, perkenankanlah mereka untuk ikut ambil bagian dalam sukacita dan berkat-berkat kehidupan yang akan datang. Amin.(Lucas Margono)

Nopember2
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s