Renungan Rabu, 18 Nopember 2015

Renungan Rabu, 18 Nopember 2015, Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIII

Pfak. Pemberkatan Gereja-gereja Basilika S. Petrus dan Paulus, Rasul.
CP : Pfak B. Grimoaldo Santa Maria, Biarw, RSCJ :HRAYA S. PHILIPPINE DUCHESNE, Prw.
OSCCup : P. Fak S. Agnes Salome, Prw.

Bacaan I : 2Mak 7:1,20-31

7:1 Terjadi pula yang berikut ini: Tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Lalu dengan siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram.
7:20 Tetapi terutama ibu itu sungguh mengagumkan secara luar biasa. Ia layak dikenang-kenangkan baik-baik. Ia mesti menyaksikan ketujuh anaknya mati dalam tempo satu hari saja. Namun demikian, itu ditanggungnya dengan besar hati oleh sebab harapannya kepada Tuhan. 7:21 Dengan rasa hati yang luhur dihiburnya anaknya masing-masing dalam bahasanya sendiri, penuh dengan semangat yang luhur. Dengan semangat jantan dikuatkannya tabiat kewanitaannya lalu berkatalah ia kepada anak-anaknya: 7:22 “Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! 7:23 Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya.”
7:24 Adapun raja Antiokhus mengira bahwa ibu itu menghina dia dan ia menganggap bicaranya suatu penistaan. Anak bungsu yang masih hidup itu tidak hanya dibujuk dengan kata-kata, tetapi sang raja juga menjanjikan dengan angkat sumpah bahwa anak bungsu itu akan dijadikannya kaya dan bahagia, asal saja ia mau meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya. Bahkan ia akan dijadikannya sahabat raja dan kepadanya akan dipercayakan pelbagai jabatan negara. 7:25 Oleh karena pemuda itu tidak menghiraukannya sama sekali, maka sang raja memanggil ibunya dan mendesak, supaya ia menasehati anaknya demi keselamatan hidupnya. 7:26 Sesudah ia lama mendesak barulah ibu itu menyanggupi untuk meyakinkan anaknya. 7:27 Kemudian ia membungkuk kepada anaknya lalu dengan mencemoohkan penguasa yang bengis itu berkatalah ia dalam bahasanya sendiri: “Anakku, kasihanilah aku yang sembilan bulan lamanya mengandungmu dan tiga tahun lamanya menyusuimu. Akupun sudah mengasuhmu dan membesarkanmu hingga umur sekarang ini dan terus memeliharamu. 7:28 Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga. 7:29 Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak.” 7:30
Ibu itu belum lagi mengakhiri ucapannya itu, maka berkatalah pemuda itu: “Kamu menunggu siapa? Aku tidak mentaati penetapan raja. Sebaliknya aku taat kepada segala ketetapan Taurat yang sudah diberikan oleh Musa kepada nenek moyang kami. 7:31 Niscaya baginda yang menjadi asal usul segala malapetaka yang menimpa orang-orang Ibrani tidak akan terluput dari tangan Allah.

Mazmur 17:1,5-6,8b,15

Refren: Pada waktu bangun aku menjadi puas dengan hadirat-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:

* Dengarkanlah, TUHAN, pengaduan yang jujur, perhatikanlah seruanku; berilah telinga kepada doaku, doa dari bibir yang tidak menipu.

* Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidaklah goyah. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

* Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bacaan Injil : Luk 19:11-28

Perumpamaan tentang uang mina
19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. 19:12 Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. 19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. 19:14 Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. 19:15 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. 19:16 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. 19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. 19:18 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. 19:19 Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. 19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. 19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. 19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. 19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. 19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. 19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. 19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” 19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Renungan

Dua buah kitab Makabe menggambarkan perjuangan orang-orang Yahudi melawan raja-raja asing guna mencapai kemerdekaan di bidang agama maupun politik. Praktek bangsa-bangsa kafir (dalam hal ini helenisme) telah “mengkorupsi” atau “merusak” rituale penyembahan di Bait Suci dan orang-orang Yahudi dipaksa untuk menundukkan diri kepada praktek-praktek kekafiran. Ada dua kekuatan yang eksis pada masa itu. Di satu pihak ada para raja berjaya Seleukid (dinasti Diadoki dari Makedonia) bersama para pendukung Yahudi pengagum orang-orang kafir tersebut. Di lain pihak ada bangsa Israel yang ingin tetap setia pada hukum Taurat yang telah diberikan oleh Musa. Cerita-cerita dari kitab-kitab Makabe menunjukkan bagaimana Yudaisme dipelihara di tengah-tengah dan di depan mata bangsa penindas yang sangat kejam. Kitab-kitab Makabe ditulis untuk mendidik dan memberikan inspirasi kepada orang-orang Yahudi yang berjuang untuk setia kepada Allah.

Sebagai umat Allah, kita dapat belajar banyak dari kesetiaan yang ditunjukkan oleh keluarga kudus ini. Tujuh orang bersaudara dan kemudian ibunda mereka (2Mak 7:41), satu persatu dibunuh demi iman mereka. Mereka tidak sudi melihat siapapun dan/atau apapun dari dunia ini menjadi penghalang bagi mereka dalam melangkah di jalan kebenaran yang selama ini mereka yakini dengan penuh iman. Kepercayaan mereka kepada Allah dan janji-janji-Nya dimanifestasikan dalam pengakuan iman mereka akan kasih Allah, kepercayaan mereka akan kebangkitan kepada hidup baru, dan keadilan Allah. Ketujuh laki-laki bersaudara itu dan ibunda mereka, semuanya mati sebagai martir, karena meyakini bahwa kebenaran Allah akan menang.

Pesan kepada umat tentang iman yang harus dibela sampai mati adalah sesuatu yang terus dihadirkan oleh Gereja dalam liturginya. Paling sedikit dalam satu bulan, Gereja menghormati seorang dari para martirnya. Apa maksudnya? Untuk mengingatkan kita tentang pentingnya memegang teguh kebenaran, walaupun di tengah-tengah berbagai tekanan yang berasal dari pengaruh-pengaruh duniawi. Contoh yang diberikan oleh sang ibu dari ketujuh anak laki-laki itu, yang dengan iklas menyerahkan anak-anaknya agar Allah tidak dicederai dan mengalami penistaan, dapat menguatkan kita selagi kita melangkah di jalan iman Kristiani, selagi kita mengikuti jejak Kristus!

Apakah hati kita berkobar-kobar dengan cintakasih kepada Allah seperti sang ibu dalam bacaan di atas, sehingga kita dapat memberi inspirasi kepada anak-anak kita? Apakah kita memiliki hasrat agar anak-anak kita atau para sahabat kita akan memiliki hati yang berkobar-kobar dengan cintakasih kepada Allah saja?

Allah dapat mengubah hati selagi kita datang kepada-Nya dalam doa dan tinggal bersama-Nya dalam kegiatan-kegiatan kita sehari-hari. Marilah kita memusatkan pandangan kita kepada-Nya, sang Penyempurna iman dan pengharapan kita, yang memiliki kuat-kuasa yang mampu mentransformasikan hidup kita.

Mazmur, Minta keadilan

Mamur ini merupakan ratapan pemazmur yang dikejar-kejar oleh musuh yang tak kenal belas kasihan. Pemazmur meminta agar Allah bertindak menghakimi musuhnya (ayat 2), menyatakan kasih setia-Nya (ayat 7), menjalankan penyelamatan dan penghukuman-Nya (ayat 13-15).
Permohonannya agar Allah menghukum dengan adil didasarkan atas ketaatannya. Ia bukan mengklaim dirinya sempurna atau taat tanpa cacat. Namun sebagai orang beriman yang konsisten, ia berani diperiksa oleh Tuhan tentang kesetiaannya memelihara firman Tuhan dalam sikap dan tindakannya (ayat 3-4). Doa mohon Allah bertindak adil menghakimi musuh orang beriman layak didasari atas fakta ketaatannya. Akan tetapi, bukan berarti bahwa kebenaran kita adalah dasar untuk mendesak Tuhan membela kita. Penyebutan ketaatan yang telah dilakukan bukanlah dasar tambahan bagi orang beriman untuk beroleh pertolongan Tuhan. Semua adalah karena anugerah, yang dibuktikan orang beriman dalam hidup yang taat. Maka dasar satu-satunya bagi doa untuk memohon Tuhan bertindak adalah kasih setia Tuhan (ayat 6-7).

Pemazmur kemudian mengadukan kejahatan para musuhnya kepada Tuhan. Ia mohon Tuhan melindungi dia dari berbagai kejahatan musuh. Pemazmur meminta Tuhan memuaskan musuh-musuhnya dengan nafsu mereka (ayat 14). Bagi pemazmur, ini merupakan hukuman yang mengerikan. Lalu pemazmur meminta agar dapat memandang wajah Allah dalam kebenaran (ayat 15). Jika ia meminta supaya musuhnya “puas” (ayat 14) dengan keinginan mereka, maka ia akan “puas” (ayat 15b) dengan memandang rupa Tuhan. Kepuasan pemazmur bukan terletak pada dendam yang terbalaskan, melainkan pada perwujudan keadilan dan kasih setia Allah.

Bagaimana sikap kita ketika menghadapi kekelaman hidup? Adakah hasrat seperti doa pemazmur juga mengisi doa dan tindakan kita, yakni agar seluruf sifat Allah dinyatakan ke semua pihak, baik ke orang jahat dalam keadilan-Nya maupun ke orang beriman dalam kasih-Nya.

Injil hari ini, Satu tanggung jawab hidup

Seorang pekerja wajib melaporkan hasil kerjanya. Ini merupakan pertanggungjawaban atas pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya.
Begitu pula dengan tiga hamba yang dipercaya untuk melipatgandakan mina sebelum tuan mereka bepergian. Saat kembali, si tuan meminta pertanggungjawaban atas hasil kerja mereka (15). Hamba pertama menghasilkan sepuluh mina dari satu mina yang dipercayakan (16). Prestasi yang luar biasa! Tidak heran bila ia menerima penghargaan atas kesetiaannya, yakni kesempatan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi (17). Hamba kedua menghasilkan lima mina (18). Hasil yang juga baik! Ia pun menerima penghargaan yang sebanding dengan hasil kerjanya (19). Tetapi hamba ketiga datang dan mengembalikan satu mina yang telah diberikan padanya (20). Ternyata ia melalaikan tugas itu! Ia menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan padanya. Alasan untuk mengelak dari tanggung jawab merupakan pengingkaran terhadap otoritas tuannya (21). Padahal banyak cara untuk mengupayakan agar mina itu bisa dilipatgandakan (23). Maka sebagai konsekuensi, apa yang ada padanya akan diambil dan ia pun akan dihukum (27)! Melalui perumpamaan ini Yesus ingin menyatakan kepada para pengikut-Nya agar mereka giat melayani Dia di dalam waktu yang sementara ini. Akan tiba saatnya Dia pergi, akan tiba saatnya pula Ia kembali dan meminta pertanggungjawaban. Perumpamaan ini juga merupakan peringatan bagi orang Yahudi tentang pahitnya konsekuensi penolakan terhadap Yesus. Karena itu mereka harus bertobat sebelum Yesus datang untuk menghukum mereka!

Bagi kita sekarang ini pun kedua pelajaran itu berlaku. Kerjakanlah dengan giat apa yang Tuhan telah percayakan pada kita dalam hidup ini. Sekecil apapun karunia yang kita terima dari Dia, harus digunakan semaksimal mungkin atau kita akan kehilangan apa yang sudah kita miliki. Dan jangan pernah menolak Dia karena hukuman akan menanti kita!

DOA: Bapa surgawi, semoga kemenangan para martir-Mu membawa sukacita sejati kepada kami. Semoga teladan hidup mereka memperkuat iman kami dan doa-doa mereka senantiasa memperbaharui keberanian kami. Kami berdoa demikian, dalam nama Yesus Kristus, Putera-Mu yang tunggal, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin. (Lucas Margono)

Nopember18

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s