Renungan Selasa, 24 Nopember 2015

Renungan Selasa, 24 Nopember 2015, Pw. S. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt,
Pekan Biasa XXXIV

OP : Pw. S. Ignasius Delgado, Usk, S. Vinsensius Liem, Im; S. Dpmonikus An-Kham, dkkMrt.

Bacaan I : Dan 2:31-45

2:31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. 2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. 2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. 2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. 2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja: 2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu? tuankulah kepala yang dari emas itu. 2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. 2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 2:41Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. 2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”

Mazmur Tanggapan : Dan 3:57,58,59,60,61

Refren: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

* Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan,

* Pujilah Tuhan, hai segala malaikat Tuhan.

* Pujilah Tuhan, hai segenap langit.

* Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit.

* Pujilah Tuhan, hai segala tentara Tuhan.

Bacaan Injil : Luk 21:5-11

Bait Allah akan diruntuhkan
21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 21:6 “Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” 21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” 21:8 Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” 21:10 Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Renungan:

Hanya Allah yang sanggup

“Mimpi yang membawa maut”, mungkin begitu pendapat orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir, dan para Kasdim terhadap mimpi Nebukadnezar. Bayangkan saja, nyawa mereka terancam bila tidak dapat menceritakan mimpi raja. Siapakah di dunia ini yang sanggup mengetahui isi mimpi orang lain? Dalam situasi sulit demikian, Daniel mengajak kawan-kawannya untuk berdoa, memohon belas kasihan Allah. Hanya Allah yang mahatahu. Dia pasti tahu isi dan makna mimpi Nebukadnezar.

Benar saja! Allah berkenan memberitahukan mimpi itu kepada Daniel. Maka Daniel pun menghadap raja. Secara terperinci, Daniel memaparkan mimpi raja berikut maknanya! Namun raja juga harus tahu bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di kolong langit ini yang sanggup mengetahui mimpi raja dan maknanya. Hanya Allah yang bisa! Bagaimana reaksi Raja Nebukadnezar mendengar penuturan Daniel? Raja begitu takjub sampai-sampai ia sujud, menyembah Daniel, dan mempersembahkan korban pada Daniel (ayat 46). Tentu bukan hal lazim bagi seorang raja untuk sujud di depan orang lain. Apalagi di depan seorang tawanan! Apakah karena raja menganggap Daniel setara dengan dewa yang patut disembah? Ternyata tidak. Nebukadnezar masih mengingat nama Allah yang disebut Daniel sebagai sumber dari pengetahuan akan mimpi itu. Maka puncak dari reaksi Nebukadnezar adalah pengakuannya bahwa Allah yang disembah Daniel adalah Allah yang mahatahu serta mahakuasa. Dengan pertolongan Allah, mimpi Nebukadnezar tidak lagi berujung maut. Bukan hanya nyawa yang terselamatkan, Daniel pun dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

Pernahkah Anda berada dalam situasi terancam maut? Saat berada di ujung asa dan kuasa? Atau Anda malah sedang berada dalam situasi seperti itu? Seperti Daniel, ingatlah bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa untuk mengatasi semua itu. Mohonlah belas kasihan dan campur tangan-Nya dalam permasalahan Anda. Niscaya Ia akan menolong Anda!

Mazmur Tanggapan, Keteguhan iman yang menyelamatkan.
Daniel adalah tawanan raja Nebukadnezar sekaligus orang yang taat iman kepada Tuhan. Tidak ada sesutupun dalam dunia ini yang bisa mengubah imannya, bahkan raja sendiri. Sebagai raja Nebukadnezar minta untuk menjelaskan mimpi dan arti mimpi raja, dimana raja sendiri tidak bisa menceriterakan mimpinya. Aneh! Dan tentunya tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa, tetapi itulah yang dihadapi Daniel. Bila Daniel tidak bisa menceriterakan mimpi raja segaligus maknanya, nyawa menjadi taruhannya.
Daniel orang yang senantiasa dekat dengan Tuhan dan mengandalkan hidupnya pada Tuhan, tidak takut mati yang penting imannya tetap tegak. Hal ini yang menyebabkan pertolongan Tuhan sungguh nyata bagi orang yang setia kepada-Nya. Tuhan memberitahukan secara terperinci mimpi yang dialami raja, dan arti mimpi itu.

Sebagai orang beriman hanya pujian dan syukur kepada Allah yang ia ucapkan, demikian Daniel nyawa sendiri tidak dipikirkannya, yang penting iman kepada Tuhan tidak pernah goyah, apapun yang mengancam jiwanya.
Marilah kita meniru iman Daniel yang teguh, sehingga kita pun mengalami pertolongan Tuhan dalam hidup kita, apa pun masalah yang kita hadapi.

Injil hari ini, Waspada dan berjaga-jaga

Murid-murid Yesus yang berada di Bait Allah kagum ketika mengamati kemegahan bangunan tersebut (5). Mungkin terbersit kebanggaan dalam hati mereka sebagai seorang Israel. Namun Yesus memperingatkan bahwa Bait Allah yang merupakan pusat ibadah orang Israel dan menjadi lambang kehadiran Allah, suatu saat akan hancur (6). Para murid tampaknya mengira bahwa itu terjadi karena Yesus akan datang untuk menggenapi kemesiasan-Nya. Maka Ia menegur mereka untuk tidak terlalu cepat mengharapkan kedatangan-Nya yang kedua kali. Mereka juga harus waspada agar tidak sampai disesatkan oleh mesias palsu yang mengklaim bahwa mereka adalah Mesias (Kristus, orang yang diurapi Allah secara khusus) dan menyatakan bahwa akhir zaman akan segera tiba (8-9).

Lalu Ia menjabarkan peristiwa yang akan terjadi sebelum kehancuran Bait Allah dan Yerusalem (10-11). Sebelumnya, para murid akan mengalami penganiayaan (12). Uniknya, kesesakan itu justru menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi tentang Mesias (13). Dalam situasi sulit demikian mereka tidak perlu kuatir, sebab Yesus akan menolong (14-15). Iman mereka pada Yesus memang akan membuat keluarga, bahkan semua orang memusuhi mereka. Beberapa orang mungkin akan mati martir (16). Tetapi semua itu tidak akan dapat memisahkan mereka dari Allah. Tidak ada yang dapat terjadi atas mereka di luar kehendak-Nya (18). Bila mereka tetap bertahan dalam iman, maka mereka akan tetap hidup meskipun mereka sudah mati (19).

Sebagai murid Kristus, kita perlu memiliki hati dan hidup yang selalu terarah kepada-Nya. Dari zaman ke zaman murid Kristus harus mengalami berbagai ujian dan tipu daya si jahat yang berusaha membuat lengah dan lemah. Tidak terkecuali kita dalam zaman dan konteks kita masing-masing. Jangan biarkan bujuk rayu dosa atau pemutarbalikkan ajaran atau tekanan aniaya mengalihkan sikap setia dan berjaga-jaga kita kepada Yesus Kristus.
DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau akan datang kembali ke dunia kelak, untuk menghakimi langit dan bumi. Tolonglah aku untuk mau dan mampu hidup penuh pengharapan dan antisipasi akan kedatangan-Mu itu. Tunjukkanlah aku bagaimana caranya menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang lain agar menaruh kepercayaan dan pengharapan mereka pada-Mu saja. Amin.(Lucas Margono)Nopember24

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s