Renungan Sabtu, 12 Desember 2015

Renungan Sabtu, 12 Desember 2015, Hari Biasa, Pekan II Adven

Pfak. S. Yohana Fransiska de Chantal, Biarw, Pfak. SP Maria Guadalupe,
MC: HRAYA SP MARIA YANG TETAP PERAWAN BUNDA ALLAH PENCIPTA SURGA DAN BUMI GUADALUPE, Pld Utama Tarekat.

Bacaan I: Sir 48:1-4,9-11

48:1 Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar. 48:2 Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya. 48:3 Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. 48:4 Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?
48:9 Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalannkereta dengan kuda-kuda berapi. 48:10 Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. 48:11 Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.
Mazmur 80:2ac,3,15-16,18-19
Refren: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

Mazmur:
* Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.

* Ya Allah, semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

* Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu anak manusia yang telah Kauteguhkan, maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bacaan Injil: Mat 17:10-13

17:10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” 17:11 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” 17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Renungan:

Elia yang dihubungkan dengan api merupakan ungkapan puitis, bahwa Elia diberi kuasa oleh Allah yang begitu besar atas alam seperti menghentikan dan mendatangkan hujan. Sehingga petaka kekeringan dan kelaparan terjadi di seluruh negeri Israel. Begitu hebatbya panas dan kekeringan sampai-sampai diibaratkan dengan “matahari menyentuh bumi” dan pertanian sebagai sandaran pokok kehidupan dan perekonomian bangsa Israel tidak bisa menghasilkan apapun. Dahsyatnya kekeringan (matahari menyentuh bumi) telah mematahkan sandaran perekonomian Israel dari sektor pertanian dimana ladang dan sawah menjadi tandus, kelaparan merajalela, dan kematian tidak bisa dihindari sehingga Israel banyak kehilangan penduduknya (ayat 48:2). Sumber daya manusia dan sumber daya alam, sebagai pilar utama kehidupan negara telah runtuh, tongkat bersandar Israel telah patah. Begitu kerasnya cambukan Tuhan kepada umat-Nya yang tidak setia. Hal inipun bisa terjadi dalam kehidupan modern ini, Allah yang penuh kasih tidak mungkin membiarkan kita umat-Nya tersesat, Allah memperingatkan kita agar kita selamat. Sebagai gambaran kasih Allah, Elia juga diberi kuasa untuk membangkitkan kehidupan ataupun mematikannya. Jadi dalam keadaan sesulit apapun, jika kita berbalik dan bersandar kepada Allah, Allah akan mengubah segalanya menjadi damai sejahtera. Elia sebagai nabi besar tidak mati secara manusiawi tetapi diangkat ke atas seperti Henokh 44:16. Inilah kebesaran Elia yang mengharumkan namanya. (Mal 3:23).

Jika Elia adalah pembuat mukjizat, demikian pula penerusnya Elisa. Walaupun mukjizat yang dibuat Elisa hanya berdampak kecil bagi pembaruan hidup di Kerajaan Utara. Maka akhirnya penduduk Israel dihancurkan, sebagian penduduknya diangkut ke Asyur dan Yehuda pun digabungkan dengan Asyur. Yang tertinggal hanyalah sedikit sisa dari keturunan Daud.

Elia dan para nabi diutus Allah untuk memaklumkan datangnya Kerajaan Allah. Segenap umat hendaknya segera menyiapkan diri. Mereka harus meninggalkan kebiasaan lama yang penuh dosa. Rahmat baru telah disediakan bagi semua orang. Yohanes Pembaptis membuka jalan bagi datangnya Kerajaan Allah dalam diri Yesus Kristus. Mari kita membuka hati dan budi agar rahmat Tuhan mengalir dalam hidup kita. Kita pun boleh menjadi saluran berkat bagi sesama.

Mazmur, Tuhan sumber pertolongan

Kehancuran tidak menggoda peMazmur untuk memalingkan wajah dari Allah dan mencari sumber pertolongan yang lain. Belajar dari sejarah Israel, peMazmur mempergunakan metafora tentang Allah untuk melukiskan kepastian jaminan penyertaan-Nya.

Mazmur ini bisa dibagi tiga bagian, masing-masing ditutup dengan permohonan yang sama, “pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat” (ayat 4,8,20). Pada bagian pertama, peMazmur menyatakan permohonannya karena Allah adalah Gembala sekaligus Raja yang bertakhta di atas Kerubim. Ia berdaulat penuh atas hidup mereka. Tidak ada sumber pertolongan selain Allah. Pada bagian kedua, peMazmur meyakini bahwa oleh murka Tuhanlah mereka mengalami semua penderitaan ini (ayat 5-7). Oleh karena itu hanya pengampunan Tuhanlah yang dapat melepaskan mereka dari kesusahan ini.

Pada bagian ketiga, peMazmur menggunakan ilustrasi pohon anggur untuk menggambarkan bagaimana Tuhan telah melepaskan Israel dari perbudakan Mesir dan membawa serta menanamkan mereka di tanah perjanjian supaya mereka subur berkembang (ayat 9-12). Akan tetapi, Tuhan jualah yang melanda mereka dan menyerahkan mereka ke tangan musuh sehingga kebun anggur Tuhan dilanda, dirusak, dan dibakar (ayat 13-17). Oleh karena itu, peMazmur meminta supaya Tuhan mengindahkan milik-Nya sendiri (ayat 15-16), supaya mereka dapat menyatakan kesetiaan lagi kepada-Nya (ayat 18-19).

Gereja Tuhan tidak sekalipun boleh meragukan kesetiaan dan kasih Tuhan. Walaupun nampaknya saat ini Tuhan berdiam diri dan mengizinkan penderitaan menimpa kita, Dia tetap gembala umat-Nya masa kini. Dia tetap Raja yang bertakhta di atas kemuliaan dan Dia tetap pengusaha kebun anggur yang peduli akan milik-Nya.
Renungkan: Gembala yang baik telah menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Tak mungkin kini Ia membiarkan kita binasa. Berharap dan nantikan pertolongan-Nya!

Injil hari ini, Musa, Elia dan Yesus.

Dalam tradisi Perjanjian Lama, umat Tuhan percaya bahwa tokoh Musa dan Elia termasuk tokoh yang sangat penting. Musa adalah nabi yang menerima hukum Tuhan, dan Elia adalah nabi besar yang memperbarui komitmen umat pada hukum Tuhan. Setelah peristiwa pengakuan Petrus, di atas gunung Hermon, Allah menyuarakan kembali bahwa Tuhan Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi-Nya dan meneguhkan kepercayaan para murid. Sebagai orang Kristen Katolik kini sebenarnya lebih beruntung dari para murid dulu. Yesus sekarang sudah kembali dalam kemuliaan-Nya. Kita mengalami kemuliaan-Nya tiap saat, asal hati kita peka dan terbuka.

Janji-Nya digenapi. Kebenaran bahwa Elia akan datang sebelum Mesias datang, sesungguhnya sudah digenapi Allah. Elia yang dimaksud bukan Elia yang sudah mati. Yohanes Pembaptislah yang dimaksud Allah sebagai pendahulu datangnya Mesias. Janji Allah pasti dan teguh! Apa yang Allah telah katakan, Ia pun akan menggenapinya. Ini sesuai dengan sifat Allah. Allah adalah setia, patut dipercaya. Sebagai orang Kristen Katolik tidak perlu meragukan janji-janji Allah yang dinyatakan oleh-Nya di dalam Kitab Suci. Percaya, patuh, dan taat adalah sikap yang benar seorang anggota keluarga Allah.

DOA: Roh Kudus Allah, selidikilah hatiku dan yakinkanlah diriku tentang kasih Yesus. Tolonglah aku untuk tidak menjadi takut terhadap penyelidikan-Mu selagi Engkau memanggil aku kepada kekudusan. Engkau tetap setia walaupun aku tidak setia! Datanglah, ya Roh Kudus, dan lakukanlah karya pembebasan-Mu yang penuh kuat-kuasa dalam diriku. Amin.(Lucas Margono)

Desember12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s