Renungan Jumat, 25 Desember 2015

Renungan Jumat 25 Desember 2015, Hari Raya Natal Pagi,

Bacaan I: Yes 62:11-12

62:11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 62:12 Orang akan menyebutkan mereka “bangsa kudus”, “orang-orang tebusan TUHAN”, dan engkau akan disebutkan “yang dicari”, “kota yang tidak ditinggalkan”.

Mazmur 97:1,6,11-12

Refren: Hari ini cahaya turun atas kita sebab Tuhan lahir bagi kita.

Mazmur:

* Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

* Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bacaan II: Tit 3:4-7

“Oleh kasih karunia- Nya, kita berhak menerima hidup yang kekal”

3:4 ara terkasih, kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih- Nya kepada manusia, 3:5 waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 3:6 sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 3:7 ya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia- Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Bacaan Injil: Luk 2:15-20

“Segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Renungan:

Keselamatan akan datang segera.
Berbagai julukan bagi Sion seperti: “yang ditinggalkan suami” dan “yang sunyi” akan segera ditanggalkan dan diganti dengan nama baru: “yang berkenan kepada-Ku” sebab Tuhan telah berkenan kepada umat-Nya dan sebutan “yang bersuami” sebab Tuhan adalah mempelai laki-laki bagi umat-Nya. Dalam peran dan arti baru ini Sion perlu membuka pintu-pintu gerbang dan menyediakan jalan yang mulus, agar banyak orang masuk ke dalamnya. Mereka yang datang dan masuk ke dalamnya akan disebut “bangsa kudus” atau “orang-orang tebusan Tuhan.” Umat-Nya yang kembali mengalami keselamatan akan menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain, sehingga mereka menyaksikan kemuliaan dan keagungan Tuhan.
Nama dan status baru. Syukur kepada Tuhan, demikianlah respons umat atas anugerah keselamatan dari Allah — keselamatan telah menempatkan umat pada kedudukan yang layak dan wajar karena diberikan hak menyandang nama dan status baru. Dulu mereka adalah umat buangan yang sekian lama ditindas, ditekan, dan direndahkan; kini mereka adalah umat yang dipulihkan, diselamatkan, dipelihara, dilindungi dan dikuduskan Tuhan. Bila umat Israel meresponi keselamatan dengan pujian dan syukur, apakah Anda juga menyatakan respons pujian dan syukur kepada-Nya atas anugerah keselamatan-Nya?

Mazmur, Tuhan adalah Raja!

Pemazmur menggambarkan betapa bumi bersorak, bila Allah datang memerintah. Kelaliman dimusnahkan, dan kesejahteraan ditegakkan. Suatu pemerintahan yang didambakan rakyat! Di dalam pemerintahan kerajaan Allah, Kristus duduk di atas takhta sebagai Raja. Bagi umat yang percaya dan setia, Dia Pembawa sukacita besar; tetapi bagi mereka yang menyelewengkan kekuasaan, menindas rakyat bahkan cenderung tidak mau mengakui kewibawaan Tuhan sebagai Raja, kedatangan-Nya merupakan suatu kengerian dan mereka akan dipermalukan. Syair Isaac Watts dalam sebuah kidung Natal sungguh menggambarkan hal ini:”Hai dunia gembiralah dan sambut Rajamu; … Hai dunia elukanlah Rajamu Penebus; … Dialah Raja semesta, benar dan mulia”.

Celakalah yang menjadi musuh Tuhan. Kuasa yang menegakkan hukum dan keadilan Allah tengah bekerja menuju puncak kemenangan-Nya. Cahaya kemenangan pun terbit atas umat-Nya. “Mari serukanlah kemenangan-Nya, bencilah kejahatan.” Dan celakalah mereka yang tidak hanya menolak masuk kerajaan-Nya dan menyembah-Nya, tetapi juga merintangi orang lain untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Mat. 23:13). Kengerian dan malapetaka akan menimpa mereka.

Bacaan kedua, Dampak keselamatan

Menerima anugerah keselamatan berarti berakhirnya hidup dalam kegelapan dan dimulainya hidup dalam terang. Hidup dalam kegelapan berarti hidup berlawanan dengan kehendak Allah, diperbudak dosa, dan memiliki hubungan yang tidak selaras dengan orang lain (ayat 3). Namun ketika mengalami pertemuan dengan Kristus dan menjadi percaya, maka kegelapan menjadi sirna karena terbitnya terang Tuhan. Roh Kudus mengerjakan pembaruan di dalam hidup orang percaya (ayat 4-7). Maka di dalam terang pembaruan itu, orang yang percaya kepada Tuhan seharusnya menunjukkan buah melalui perbuatan baik (ayat 8).

Perbuatan baik apa yang harus dilakukan orang percaya? Paulus memberikan dua contoh. Pertama, dalam keberadaan sebagai warga negara. Orang percaya harus menjadi warga negara yang baik dengan bersikap tunduk kepada pemerintah (ayat 1). Tunduk berarti taat. Contohnya: taat membayar pajak atau mematuhi hukum yang berlaku. Kita tentu akan dengan senang hati tunduk bila melihat pemerintah yang adil dan bekerja keras memakmurkan rakyat. Namun apa yang kita temui? Kinerja dan aparat yang korup, tidak adil, dan sewenang-wenang. Kita merasa tak rela mematuhi pemerintah yang seperti itu. Malah mungkin terlintas di benak kita untuk melancarkan protes dengan mengadakan \’demo\’. Mengajukan kritik kepada pemerintah jelas bukan hal yang salah bila pemerintah memang menyimpang dari kebenaran. Namun kita tetap harus menunjukkan sikap tunduk dalam berbagai aspek yang semestinya kita lakukan sebagai warganegara. Kedua, dalam hubungan dengan orang lain. Orang Kristen harus menunjukkan sikap dan tingkah laku sebagai pembawa damai (ayat 2).

Keduanya tidak mudah, karena terkadang harus mengorbankan kepentingan dan harga diri. Akan tetapi, itulah yang harus lahir dan ada di dalam diri kita karena keselamatan seharusnya menghadirkan dampak dalam hubungan dengan pemerintah dan sesama.

Injil hari ini, Merespons kabar baik.

Apa respons Anda seandainya Anda menerima berita yang mengatakan bahwa Anda memenangkan sebuah mobil merk BMW? Respons apa yang Anda berikan? Mungkin Anda akan bersikap skeptis mengingat begitu banyak berita-berita palsu yang bertujuan ingin menyedot dana Anda di bank. Tapi bila seandainya kabar itu benar, karena dikonfirmasi oleh orang yang tepat, apa respons Anda?

Ketika para gembala mendengar berita otentik dari Surga kabar baik bagi umat manusia mereka merespons dengan mengambil tindakan sesuai petunjuk. Mereka bergegas menuju Betlehem untuk menemukan bayi yang terbaring di palungan, terbungkus kain lampin. Segera sesudahnya kabar baik itu mereka ceritakan kepada orang-orang yang hadir di situ. Mereka menyatakan sukacita dan syukur karena Mesias yang sudah lahir itu. Respons tepat, polos dan penuh iman.

Berita tersebut ternyata membuat banyak orang merasa heran, karena sulit dimengerti. Namun, semua itu tidak menjadikan mereka skeptis, tetapi semakin mengagumi dan dengan sendirinya terdorong untuk menyembah Allah. Lain halnya dengan Maria. Ia terkagum-kagum oleh kebesaran Allah dan bersyukur. Ia menyimpan semua itu di dalam hati, dan berkontemplasi. Bagi Maria, semua itu harus dicerna agar dipahami secara mendalam, karena akan berpengaruh besar dan menentukan bagi hidupnya, maupun hidup umat.

Alangkah baiknya kalau tiga macam respons ini ada dalam hidup kita: terus menerus kagum oleh karya Allah dalam hidup kita, sehingga perlu merenung diri dan menghayati kedalaman anugerah Allah. Bergegaslah seperti gembala, melangkahkan kaki untuk melihat semua kebenaran dan menceritakan kasih Tuhan kepada orang lain.

Renungkan: Kristus sudah lahir sebagai Juruselamat Anda. Apa yang Anda sudah lakukan sebagai respons?

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa – Khalik langit dan bumi, kuduslah nama-Mu! Putera-Mu, sang Firman yang telah menjadi manusia, memenuhi diri kami dengan terang yang baru yang dibawa-Nya ke tengah-tengah umat manusia. Biarlah terang iman dalam hati kami masing-masing memancar dalam kata-kata yang kami ucapkan dan segala hal yang kami lakukan. Amin. (Lucas Margono)

Desember25Pagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s