Renungan Selasa, 19 Januari 2016

Renungan Selasa, 19 Januari 2016, Hari Biasa, Pekan Biasa II, Hari Kedua Pekan Doa Sedunia.

DW/SMM: Pw. Yesus Ditemukan Kembali di Bait Allah.
SJ: Pfak. B. Yakobus Sales, Im dan Wihelmus Saultemouche BiarwMrt;
B. Melkhior Grodec dan Stephanus Pongracz, dkkImMrt;
B. Ignasius de Azevedo, ImdkkMrt;
B. Yakobus Bonnaud, ImdkkMrt.

Bacaan I: 1Sam 16:1-13

“Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.”

16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.” 16:2 Tetapi Samuel berkata: “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.” Firman TUHAN: “Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. 16:3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.” 16:4 Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?” 16:5 Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. 16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 16:8 Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: “Orang inipun tidak dipilih TUHAN.” 16:9 Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: “Orang inipun tidak dipilih TUHAN.” 16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.” 16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” 16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Mazmur 89:20,21-22,27-28

Refren: Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.

* Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

* Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku. Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

* Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.”

Bacaan Injil: Mrk 2:23-28

Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat

2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. 2:24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” 2:25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 2:26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” 2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Renungan:

Hikmat dan urapan Roh
Orang yang dipakai Tuhan, pasti Tuhan karuniai hikmat dan urapan Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa pengurapan Roh, maka yang dilakukan seseorang bukanlah pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata, tanpa arah.

Samuel adalah seorang yang dikaruniai hikmat dan urapan Roh. Saat itu Samuel menghadapi dilema: ia harus menaati firman Tuhan untuk pergi mengurapi Daud, menggantikan Saul sebagai raja. Namun bila ia berterus terang akan misinya, Saul akan membunuh dia. Hikmat Tuhan menolong Samuel untuk menyatakan hal yang tepat. Dia diutus Tuhan untuk mengadakan upacara persembahan kurban. Nanti di tengah upacara tersebut, Tuhan akan menyatakan pengurapan-Nya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yang dipikirkan manusia: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (ayat 7b).

Daud yang diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yang diurapi. Pernyataan Kitab Suci sangat jelas. “berkuasalah Roh TUHAN atas Daud” (ayat 13b). Pada saat yang sama, Roh Tuhan undur daripada Saul (ayat 14). Memang pada masa Perjanjian Lama, Roh Kudus belum dicurahkan dalam hati orang percaya secara permanen. Roh Tuhan dicurahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih untuk melakukan tugas tertentu. Mereka yang tidak taat pada Tuhan akan mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan.

Apa yang nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita hamba-hamba-Nya pada masa kini. Terlebih Roh Kudus sudah dicurahkan secara permanen di hati setiap orang percaya. Mari andalkan pimpinan Roh Kudus dan minta hikmat Allah dalam pelayanan kita agar dengan cerdik dan tulus (Mat. 10:16) kita menjadi berkat bagi sesama.
Mazmur, Di mana kasih setia Allah?

Ada saat-saat di dalam hidup kita ketika kita merasa begitu mengenal Allah, menikmati kasih-Nya, dan hidup bersyukur kepada-Nya. Namun, seringkali pula Allah yang kita percayai tidak menjawab realitas hidup kita setiap hari.

Awal bacaan kita hari ini masih merupakan pengembangan ide mengenai Daud yang ada dalam ayat 4-5. Ada 4 hal di sini yang dapat diamati. Pertama, keluarga kerajaan Daud bisa berdiri karena pemilihan Allah yang penuh anugerah ayat 20. Kedua, masa depan dinasti Daud didasarkan atas janji-janji Allah (ayat 22-26). Ketiga, perjanjian antara Daud dengan Allah merupakan hubungan yang khusus, ketika Daud diangkat menjadi anak Allah yang sulung (ayat 28). Dengan demikian, Daud memiliki hak yang lebih daripada raja-raja lain di dunia. Keempat, hubungan ini tidak akan pernah dapat dipatahkan karena didasarkan pada sumpah Allah sendiri. Betapa luar biasanya kasih setia Allah!
Namun bila kita membaca kelanjutan Mazmur ini, mazmur yang mengagungkan kasih setia Allah ini juga menimbulkan pertanyaan, “Di mana kasih setia Allah?” Pemazmur menemukan kontradiksi. Allah yang berjanji itu juga yang seakan-akan mengingkari ucapan-Nya sendiri. Allah menolak Daud. Takhtanya ditumbangkan, kota serta benteng-bentengnya diruntuhkan. Sesuatu yang ironis mencuat: tangan kanan Allah yang berkuasa kini tidak lagi memerintah, tetapi justru tangan kanan musuh-musuh Daud yang ditinggikan. Maka, ratapan pemazmur mengalir keluar dari mulutnya, “Berapa lama lagi?” Pemazmur tidak dapat mengerti apa yang terjadi. Kenyataan pahit yang dilihatnya membuat ia berbicara mengenai kesia-siaan hidup. Namun, misteri ini tidak terpecahkan.

Jawaban itu akan muncul ketika Kristus menggenapi janji Allah dengan mengokohkan takhta Daud selamanya. Apa yang dapat dilakukan pemazmur waktu itu di dalam ketidaktahuannya? Ia hanya dapat memuji Allah. Dalam situasi seperti itu, mungkin pujian yang singkatlah yang paling tepat dinaikkan.

Renungkan: Banyak perkara yang tidak dapat kita mengerti. Allah kadang begitu sulit ditebak. Dalam situasi seperti itu, kita diajar untuk tetap mengimani janji Allah dan bersyukur pada-Nya.

Injil hari ini, Hakikat sabat.

Makna sesungguhnya dari Sabat adalah saat ketika umat beristirahat dan ‘bersenang-senang karena Tuhan’ (Yes. 58:14). Allah menciptakan alam semesta beserta isinya selama 6 hari, lalu pada hari ke 7 beristirahat. Satu hari perlu bagi Allah untuk relaks. Allah pun menyadari bahwa manusia bukanlah robot yang mampu bekerja tanpa henti. Sabat merupakan saat ketika manusia disegarkan kembali rohani dan fisiknya. Namun, orang Farisi mengartikan lain. Bagi mereka tindakan para murid Yesus memetik bulir-bulir gandum pada hari Sabat adalah suatu pelanggaran. Sesungguhnya apa yang dilakukan para murid Yesus melanggar hukum yang ditetapkan orang Farisi, tetapi tidak melanggar Taurat.

Melalui perikop ini kita melihat bahwa Yesus tidak membatalkan Sabat, apalagi membuatnya menjadi tidak berlaku. Justru Yesus berupaya meletakkan kembali fungsi sabat bagi umat manusia. Bahkan terjadi perluasan jangkauan, tidak hanya berlaku bagi orang Yahudi saja, tetapi untuk semua umat manusia (ayat 27). Sabat dibuat untuk manusia, untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia. Sabat bukan beban bagi manusia. Melalui Sabat, umat mengingat Allah, yang menciptakan alam dan isinya selama 6 hari, dan beristirahat pada hari ke-7. Kita mendapatkan pelajaran penting mengenai makna Sabat, yaitu bahwa selama enam hari manusia menikmati ciptaan — bekerja, berusaha — dan pada hari ke tujuh manusia menikmati persekutuan dengan sang Pencipta. Hanya dengan demikian manusia mengerti makna dan tujuan ciptaan. Kedua, Sabat mengingatkan bahwa Allah pembebas dan penyelamat (Ul. 5:15). Mengabaikan Sabat berarti mengabaikan Allah pencipta dan penyelamat.

Bagi orang-orang Farisi, tindakan Yesus sulit dimengerti. Sebab, mereka begitu terbelenggu oleh peraturan-peraturan hukum yang mereka buat sendiri. Untuk ”melindungi” hukum Allah, mereka membuat peraturan-peraturan yang jelimet (mendetail sekali sehingga sulit melihat kesatuannya), menjadi amat kasuistik sehingga mereka justru sering melupakan atau tidak melihat lagi tujuan dari hukum itu. Misalnya, mereka mempersoalkan apakah menyalakan api atau mencuci piring pada hari Sabat itu termasuk kerja atau tidak; seberapa jauh orang boleh berjalan pada hari Sabat. Dengan demikian, sering kali manusia dikorbankan demi peraturan dan bukan peraturan untuk membantu manusia. Akhirnya, orang melakukan peraturan demi peraturan dan bukan untuk suatu tujuan yang lebih luhur.

Dalam kasus Injil ini sebenarnya tujuan menguduskan hari Sabat ialah agar manusia tidak hanya kerja—kerja dan kerja saja—melainkan mengambil waktu untuk berdoa, untuk membaca firman Tuhan, dan untuk merenungkan panggilannya yang abadi.

Dewasa ini, kesadaran akan hari Tuhan, hari Sabat (Minggu), menjadi luntur ke arah keduniawian. Bagi banyak orang—termasuk orang-orang Katolik—hari Minggu adalah hari orang berfoya-foya atau berolah raga sedemikian rupa sehingga sering kali tidak sempat ke gereja. Hari Minggu sudah dianggap bukan hari Tuhan, melainkan hari mencari hiburan duniawi.

Renungkan: Menikmati ciptaan tanpa mengenal Allah pencipta berarti penghujatan. Manusia perlu keselamatan dari penghujatan kepada Allah.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar mampu melihat dengan jelas otoritas dan martabat-Mu sebagai Tuhan. Engkau harus makin besar, tetapi kami harus makin kecil (bdk. Yoh 3:30). Kami ingin hidup seturut hukum kasih-Mu dan di bawah kekuasan-Mu. Amin. (Lucas Margono)

Januari19

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s