Renungan Kamis, 18 Februari 2016

Renungan Kamis, 18 Februari 2016, Hari Biasa, Pekan Prapaskah I.

CM/PK/CDD: Pfak. B. Fransiskus Regis Clet, ImMrt di Cina.

Bacaan I: Est 4:10a,10c-12,17-19

“Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan.”

4:10a Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester berlindung pada Tuhan. 4:10c Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, 4:11 “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. 4:12 Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah kaujanjikan.
4:17 Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! 4:18 Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. 4:19 Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”

Maz mur 138:1-2a,2bc-3,7c-8

Refren: Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.

* Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.

* Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama-Mu, janji-Mu me;ebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

* Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bacaan Injil: Mat 7:7-12

“Setiap orang yang meminta akan menerima.”

7:7 Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 7:8 Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan. 7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” 7:12 Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Renungan:

Ester adalah wanita keturunan Yahudi sudah yatim piatu, ia diasuh oleh pamannya Mordekhai. Mereka termauk orang-orang Yahudi di pembuangan. Ester mengikuti kontes putri-putri calon ratu yang akan mendampingi raja dan ia menang. Sebagai seorang ratu Persia, Ester tetap mempunyai nasionalisme yang kuat sebagai orang Yahudi. Sampai suatu saat Raja mengangkat Haman menjadi pangeran Persia yang mempunyai kuasa sangat besar, sebab raja telah memberikan cincin kerajaan kepada Haman. Maka apa yang dilakukan Haman sama dengan apa yang dilakukan raja.

Haman kemudian bersekongkol untuk memusnahkan orang-orang Yahudi dimana pun berada. Rencana ini diketahui oleh Mordekhai paman Ester. Mordekhai berusaha memberitahukan ini kepada Ester agar Ester menolong bangsanya dari bencana kematian dengan menghadap raja. Sebelum menghadap raja Ester berdoa kepada Allah, bahwa Allah adalah satu-satunya penolong yang bisa menyelamatkan bangsanya. Ester pun kemudian memberanikan diri untuk menghadap raja walaupun tidak dipanggil. Resiko menghadap raja tanpa dipanggil adalah hukuman mati. Ester rela mati jika itu harus terjadi. Imannya yang begitu kuat kepada Allah menjadi teladan semua orang. Ester mewakili umatnya memohon kepada Allah.Ester adalah gambaran wanita yang penuh iman. Sekalipun seakan-akan tak ada yang dapat diharapkan, namun Ester tetap besar pengharapannya.

Dari sabda Yesus sendiri kita mendengar betapa besar nilai doa yang sederhana. Allah mendengarkan doa kita dan menunjukkan sikap kebapaanNya. Anak yang minta roti takkan diberi batu. Doa terus menerus tanpa mengenal lelah, adalah tugas kita pada masa Prapaskah ini.

Mazmur, Kesempitan jadi kesempatan.

Kesempitan dalam pengalaman hidup umat Tuhan dapat menjadi alat di tangan Allah untuk membuat umat lebih menyelami kebesaran kasih setia Allah (1-3), lebih paham tentang arah dunia (4-6) dan lebih yakin akan keamanan dirinya (7-8).

Mazmur ucapan syukur ini mengisahkan pengalaman pemazmur ketika dalam kesempitan diselamatkan oleh Allah. Daud menaikkan doanya kepada Allah, dan ia beroleh daya juang baru (lih. 2Sam. 5:17-21). Doa ini dipanjatkan saat Israel masih dalam tahap awal kerajaan yang sangat lemah. Namun pemazmur menjadi yakin, sampai-sampai ia berani bersaksi dihadapan para penguasa dari bangsa yang lebih digdaya (“para allah” – ay. 1). Artinya pemazmur meninggikan kekuasaan Tuhan di hadapan “para hakim/penguasa” bangsa-bangsa yang lebih berkuasa dari Israel (band. ay. 4).

Pemazmur memuji nama Allah karena kasih setia dan kesetiaan Allah kepada janji-Nya (2, 4). Pemazmur sangat sadar bahwa pertolongan yang Allah berikan kepadanya (7-8) semata-mata hanya karena keberadaan diri Allah. Selain itu juga karena Allah setia kepada janji-Nya. Pemazmur yang menyadari siapa dirinya, tentu saja sangat berterima kasih karena Allah yang “tinggi” bersedia melihat dan menolong dia yang “hina” (6). Suatu hal yang sangat luar biasa bahwa kemegahan Allah diimbangi dengan anugerah yang berlimpah. Tidak mengherankan pemazmur begitu bersemangat memproklamirkan nama dan kesetiaan Allah dan yakin bahwa nantinya semua raja di bumi akan bersyukur kepada Allah (4-5).
Melalui mazmur ini, kita belajar bahwa orang percaya tidak perlu sempit hati pada waktu mengalami kesempitan hidup, demikian juga dengan Gereja Tuhan. Pujilah Allah, bersyukurlah atas kesetiaan-Nya, dan ingatlah bahwa segala kejadian berada di bawah sorotan kuasa dan pemerintahan-Nya; maka Tuhan akan mengubah kesempitan menjadi kesempatan menyelami kasih dan kuasa-Nya secara baru.

Injil hari ini, Awas penilaian dan penghakiman.

Kita cenderung menilai dan menghakimi orang lain, tetapi membela diri sendiri. Sebagaimana kita memperlakukan orang lain, demikian Tuhan akan memperlakukan kita. Ukuran yang kita pakai kepada orang lain, akan diukurkan juga kepada kita. Tuhan ingin persekutuan orang beriman tumbuh dalam kesucian. Sikap yang diperlukan bukanlah saling menghakimi, tetapi saling mengoreksi untuk membangun bersama.

Memberi dan meminta. Pengikut Kristus dituntut untuk memberi seperti halnya Allah yang pemurah. Pemberian terindah yang dapat kita lakukan ialah membagikan Injil. Namun ada saatnya kita harus menahan diri dari membagikan harta Injil dan kebenaran firman, yaitu bila orang kita bagikan Injil itu terus menerus menolak dan menghina Kristus. Orang yang beriman adalah orang yang dalam iman tekun berdoa, meminta, mencari, mengetuk pintu anugerah Tuhan. Dengan jalan berdoalah kita beroleh segala yang terbaik.

Renungkan: Orang Kristen adalah penatalayan harta Allah. Apakah cara hidup, doa, serta pelayanan kita mencerminkan penatalayan yang bertanggung jawab?

DOA: Bapa surgawi, semoga masa Prapaskah ini sungguh-sungguh menjadi masa restorasi bagi semua umat-Mu. Kami ingin mencicipi kepenuhan hidup yang Engkau ingin berikan kepada kami. Melalui Roh Kudus-Mu, ajarlah kami untuk berdoa secara benar dan dengan ketekunan agar dapat memperoleh jawaban-jawaban terhadap doa-doa kami. Amin. (Lucas Margono)

Feb18

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s