Renungan Senin, 4 Juli 2016

Renungan Senin, 4 Juli 2016, Hari Biasa, Pekan Biasa XIV

Bacaan I : Hos 2:13,14b-15,18-19

Pembacaan dari Kitab Hosea (2:13.14b-15.18-19)

“Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya.”

2:13 Inilah sabda Tuhan, “Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. 2::14b Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. 2:15 Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku ‘Suamiku’, dan tidak lagi memanggil Aku ‘Baalku’.                                                                                                  2:18 Aku akan menjadikan dikau istri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. 2:19 Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan

Mazmur 145:2-3,4-5,6-7,8-9

Refren : Tuhan itu pengasih dan penyayang.

*    Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.

*     Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

*     Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.

*     Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bacaan Injil : Mat 9:18-26

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

9:18 Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” 9:19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 9:21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”  9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 9:24 berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. 9:24 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Renungan:

Dihukum supaya bertobat. 

Cara efektif agar seseorang bertobat adalah dengan “membiarkannya” menderita sehingga ia berpaling kepada Tuhan untuk mendapatkan kelepasan.

Allah kecewa dan marah terhadap ketidaksetiaan Israel. Israel telah berselingkuh dengan Baal. Gambaran ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan agama Kanaan yang menganggap Baal sebagai pemilik tanah Kanaan. Baal dianggap sebagai pemberi kesuburan bagi lahan pertanian. Rupanya Israel menganggap Allah mereka hanyalah Allah `padang gurun’ yang tidak mampu memberkati mereka di tanah Kanaan. Israel lalu menyembah Baal demi kehidupan yang berkelimpahan di tanah Kanaan.

Apa yang dilakukan-Nya sebagai suami yang dikhianati? Pertama, Allah memutuskan semua jalan sehingga Israel tidak berhubungan dengan Baal . Israel akan kehilangan semua berkat Allah yang selama ini dinikmatinya. Israel akan dipermalukan Allah karena ilahnya tersebut, akibatnya Israel akan kehilangan segala-galanya. Puncaknya, Israel harus mengalami pembuangan di Asyur. Kedua, tujuan pembuangan Israel ke Negara Asyur itu adalah untuk membawa balik “istri” (umat Israel) yang berkhianat itu kepada Allah Israel. Di pembuangan, Israel akan mempunyai banyak waktu untuk merenungkan kasih Allah yang dulu menjadi milik Israel. Meski demikian, Allah Israel adalah Allah yang setia. Ia akan mengembalikan Israel menjadi istri yang dikasihi Allah (Ruhama) dan kembali menjadi umat-Nya (Ami).

Tatkala hal-hal duniawi telah menarik perhatian kita untuk berpaling dari kesetiaan kepada Allah, insyaflah bahwa hanya di dalam Kristus tersedia berkat sejati untuk hidup kita. Jika kita sedang mengalami jalan panjang penghukuman Allah seperti yang dialami Israel sebagai akibat ketidaksetiaan kita, berbaliklah untuk bertobat kepada-Nya. Ia tak ingin kita binasa, tetapi ingin kita pulih mesra dengan-Nya.

Terima kasih Tuhan, kasih-Mu membuat ketidaksetiaan kami diampuni. Kami bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kasih-Mu itu.

Mazmur, Karya Allah sebagai Raja

Mazmur ini mengakhiri rangkaian Mazmur Daud (ps. 138-144) dan mengawali rangkaian mazmur doksologi, pujian bagi Allah (ps. 146-150). Bagi pemazmur, Allah adalah Raja yang bertakhta kekal sehingga patut menerima pujian dan hormat selama-lamanya (1-3). Pada bagian pertama mazmur ini, puji-pujian diarahkan pada perbuatan dahsyat, yang merupakan wujud dari pemerintahan Sang Raja semesta alam (4-7). Pada bagian kedua (8-21) puji-pujian diarahkan pada karakter mulia dari Raja atas umat-Nya.

Karya besar apa yang Allah perbuat di alam semesta ini? Pemazmur tidak merincinya. Namun mengingat setiap angkatan memberitakannya (4), hal itu pasti bisa dilihat dalam sejarah dunia dan juga melingkupi sejarah Israel. Yaitu, penciptaan dan pemeliharaan atas segala ciptaan-Nya.

Karya penciptaan Allah menghasilkan baik alam semesta maupun umat Israel. Sebagaimana Allah menciptakan dunia dan segala isinya melalui kuasa firman-Nya, demikian Israel hadir dalam sejarah dunia sebagai penggenapan janji-Nya kepada Abraham, nenek moyang mereka (Kej 12). Demikian juga dengan karya agung pemeliharaan Allah. Sebagaimana Allah menopang ciptaan-Nya dengan hukum-hukum yang Ia berlakukan dalam alam, demikian Israel dipelihara melalui Taurat dan para nabi-Nya. Dua karakter Allah yang mencerminkan pemeliharaan Allah atas umat-Nya adalah kebajikan (atau kebaikan, lih. Mzm 25:7) dan keadilan (Mzm 145:7).

Tuhan juga berkarya dalam hidup orang percaya. Dialah yang menciptakan hidup baru melalui kelahiran kembali yang dilakukan Roh. Dia juga yang mengutus Roh Kudus hadir dalam diri orang percaya untuk memelihara dan menumbuhkan hidup itu semakin menyerupai Kristus. Maka, kita patut bersama pemazmur memuji dan memuliakan Tuhan atas perbuatan-perbuatan besar-Nya dalam dunia ini, dalam umat-Nya, serta dalam diri kita masing-masing!

Renungkan: Dia Raja yang berdaulat atas hidup kita. Semua terjadi karena Dialah pencipta, pemelihara, dan penebus kita!

Injil hari ini, Yesus terlebih besar.

Melalui keempat mukjijat ini, jelas dilukiskan bahwa Tuhan Yesus lebih berkuasa daripada kematian, penyakit yang dua belas tahun tidak tersembuhkan, kebutaan dan setan yang menyebabkan orang diikat penyakit bisu. Bukan saja dulu Ia lebih besar dari segala kuasa yang merusak dan merasuk manusia. Kini pun Ia Pemenang sejati.

Iman yang menyelamatkan. Anugerah Tuhan Yesus sudah tersedia bagi semua umat manusia. Dia rindu menolong kita semua. Dia mau membebaskan dan mengangkat beban yang membuat manusia menderita di dunia ini. Dari kisah ini kita belajar, bahwa semua itu tidak otomatis dapat dinikmati manusia. Anugerah tidak diobral begitu saja, tetapi diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh haus dan merindukannya. Kita patut meneladani tindakan-tindakan iman yang berani dari kepala rumah ibadat, dari perempuan penyakit pendarahan, orang buta yang tidak berhenti berseru dan mengikut Yesus, juga dari sahabat-sahabat si bisu yang dirasuk setan. Langkah-langkah iman inilah yang menyebabkan mereka menikmati anugerah Tuhan Yesus. Iman yang menyelamatkan adalah ketaatan kepada Tuhan Yesus.

Renungkan: Bila Yesus memenuhi hatiku, tak ada kekuatan perusak apa pun dapat membahayakan hidupku.

 DOA: Segala puji dan syukur bagi-Mu, ya Bapa di surga, karena kesetiaan-Mu pada anak-anak-Mu. Puji dan syukur bagi-Mu, ya Allahku, untuk Putera-Mu, Yesus Kristus, dan sentuhan-Nya yang menyembuhkan atas kehidupanku. Amin. (Lucas Margono)

Juli4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s