Renungan Jumat, 11 Nopember 2016

Renungan Jumat, 11 Nopember 2016, Pw. St. Matinus dr Tours, Usk

Bacaan I : 2 Yoh 1:  4 – 9

“Barangsiapa setia kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putra.”

1:4 Hai Ibu yang terpilih, aku sangat bersukacita, bahwa separuh dari anak-anakmu kudapati hidup dalam kebenaran, yaitu sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 1:5 Maka sekarang aku minta kepadamu, ya ibu agar kita saling mengasihi. Ini kutulis bukan seolah-olah merupakan perintah baru bagimu, melainkan menurut perintah yang sudah ada pada kita sejak semula yaitu supaya kita saling mengasihi.1:6  Dan kasih itu berarti bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan perintah itu ialah bahwa kalian harus hidup dalam kasih, sebagaimana telah kalian dengar sejak semula. 1:7 Banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Mereka tidak mengakui, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Mereka itulah penyesat dan antikristus. 1:8 Waspadalah, jangan sampai kalian kehilangan apa yang telah kami kerjakan. Tetapi berusahalah agar kalian mendapat ganjaranmu sepenuhnya. 1:9 Setiap orang yang tidak setia pada ajaran Kristus, tetapi menyimpang daripadanya, dia tidak memiliki Allah. Barangsiapa setia kepada ajaran itu dia memiliki Bapa maupun Putera.

Mazmur 9:1.2.10.11.17.18

Refren : Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan.

*    Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.

*     Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.

*     Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.

*     Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

*     Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.

*     Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.

Bait Pengantar Injil 

Ref. Alleluya, alleluya.

Ayat : Luk 21:28 :

*     Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah mendekat.

Bacaab Injil : Luk 17:26-37

“Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri?”

17:26 Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak pada hari Anak Manusia. 17:27 Pada zaman Nuh itu orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 17:28 Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun, 17:29 sampai pada hari Lot keluar dari Sodom. Lalu turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia menyatakan diri. 17:31 Pada hari itu barangsiapa sedang ada di peranginan di atas rumah, janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang di dalam rumah. Demikian pula yang sedang berada di ladang, janganlah ia pulang. 17:32 Ingatlah akan isteri Lot! 17:33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. 17:34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu kalau ada dua orang di atas ranjang, yang satu akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. 17:35 Kalau ada dua orang wanita yang sedang bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” 17:36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) 17:37 Para murid lalu bertanya, “Di mana, Tuhan?” Yesus menjawab, “Dimana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

Renungan :

Tinggal di dalam ajaran Kristus. 

Yohanes mengawali isi suratnya dengan ungkapan sukacita (ayat 4) karena sebagian jemaat tetap hidup dalam kebenaran. Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa sebagian dari jemaat tidak lagi hidup dalam kebenaran. Sangat mungkin mereka terpengaruh oleh ajaran sesat dan telah meninggalkan jemaat (bdk. 1Yoh. 4:1-3). Keadaan ini memprihatinkan, namun Yohanes tetap bersukacita karena masih ada yang setia. Tema kembar “kebenaran” dan “kasih” tampil kembali di sini. Kedua unsur inilah yang membedakan antara anggota jemaat yang setia pada ajaran Kristus dan yang tidak.

Ajaran sesat yang ditentang Yohanes adalah “docetisme” (dari Yun. dokeo, “seakan-akan”). Menurut ajaran ini, Kristus tidak sungguh-sungguh datang sebagai manusia dalam daging (ayat 1Yoh 4:2, 3; 2Yoh 7). Ia tidak memiliki tubuh fisik, jadi Ia hanya seakan-akan mati. Oleh karena itu, Kristus bukan Juruselamat yang mati bagi orang berdosa. Terhadap ajaran yang menyangkal Kristus inilah, yang penyebarnya telah “pergi ke seluruh dunia”, Yohanes memperingatkan jemaat, agar waspada dan tetap tinggal di dalam ajaran Kristus (ayat 8, 9). Tinggal di dalam ajaran Kristus berarti tinggal di dalam Kristus sendiri (ayat 1Yoh 2:6). Juga, dapat berarti bertekun dalam ajaran tentang Kristus, yang diwariskan oleh para rasul, yang telah didengar dan dilihat “sejak semula” (ayat 1Yoh 1:1; 2Yoh 5). Para penyesat tidak membawa ajaran Kristus (ayat 10).

Menyadari seriusnya bahaya ajaran sesat, yang dapat menghancurkan iman pada Kristus serta karya penebusan-Nya, Yohanes memberikan peringatan kedua, yaitu agar jemaat jangan menerima, bahkan jangan menyalami mereka yang membawa ajaran tersebut (ayat 10). Dalam budaya Yahudi, memberikan salam (bahasa Ibrani shalom, “damai”) bukan sekadar formalitas, tapi juga memberkati yang disalami (bdk. Mat 10:10:13; Luk. 10:6) dan menjalin persekutuan dengan orang tersebut. Yohanes memperingatkan bahwa menyalami penyesat berarti “mendapatkan bagian dalam perbuatannya yang jahat” (ayat 11).

Renungkan: Hidup dalam kebenaran dan dalam kasih, dengan tinggal di dalam ajaran Kristus, itulah senjata gereja Tuhan dalam segala zaman untuk menghadapi lawan-lawan imannya.

Mazmur, Dampak hidup berpegang pada firman Tuhan.

Selama ini banyak orang beranggapan salah tentang sumber kebahagiaan. Kebahagiaan diukur pada keberhasilan “memperoleh” bukan pada kerelaan “memberi”. Orang-orang berlomba-lomba mengejar kebahagiaan sekalipun dengan menggerogoti kebahagiaan orang lain. Cara seperti ini kasar, rakus, memalukan, dan menyeramkan. Kebahagiaan yang sebenarnya bersumber pada kehidupan yang bersih, berkepribadian seimbang, benar, dan jujur di hadapan Allah. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga orang lain. Itu sebabnya kebahagiaan hanya di dapat dalam Tuhan, di dalam ketaatan kepada hukum-hukum-Nya.

Mempertahankan kelakuan bersih. Kebahagiaan dan kegembiraan hidup bersumber pada kehidupan yang bersih. Mungkinkah seseorang tetap mempertahankan dan memelihara kehidupannya bersih dari dosa dan salah? Bukankah godaan-godaan di sekitar kita, kelemahan diri sendiri, dan aturan-aturan dalam masyarakat seolah membuat kita tidak bisa menjaga hidup bersih? Apa yang diusulkan pemazmur? Pengenalan akan Tuhan dan ketaatan pada firman Tuhan yang diikuti tekad untuk taat pada hukum-hukum Tuhan, mendasari kehidupan yang berkenan kepada-Nya.

Injil hari ini,  Hidup dengan mawas diri.

Kenangan ‘zaman Nuh’ berarti kenangan akan musibah air bah yang menghanyutkan apa yang ada di permukaan bumi, dan hanya mereka yang peka dan melaksanakan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari, seperti Nuh, yang selamat dari musibah air bah tersebut. Dengan kata lain mereka yang selamat adalah ‘yang kehilangan nyawanya’, artinya hidup dan bertindak tidak mengikuti selera atau keinginan pribadi, melainkan kehendak dan perintah Tuhan. Berbagai musibah atau bencana alam sering terjadi di bumi ini, juga di Indonesia, yang memakan banyak korban meninggal dunia. Maka marilah kita siapkan diri kita untuk menghadapi aneka kemungkinan yang juga dapat menimpa kita sewaktu-waktu. Persiapan yang baik antara lain kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, tidak menyeleweng,

berselingkuh atau mangkir dalam bentuk apapun. “Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat”

Sebagai orang yang telah dibaptis kiranya kita layak mawas diri perihal janji baptis, yang mendasari hidup menggereja atau beriman kita, dimana kita berjanji hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan. Godaan setan antara lain menggejala dalam bentuk ‘harta benda/ uang, jabatan/kedudukan/pangkat dan kehormatan duniawi’. .

Sabda hari ini mengajak kita semua untuk mawas diri dengan cermin sabdaNya:”Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya”. Dengan kata lain sejauh mana kita telah hidup dan bertindak dijiwai oleh sabda-sabda Tuhan? Kita tidak  hidup dan bertindak hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi atau sebagai orang beriman kita semakin beriman. Sebagai suami-isteri semakin saling mengasihi, sebagai pekerja semakin terampil bekerja, sebagai orang yang bertugas belajar semakin berpengetahuan dan dewasa, sebagai anggota lembaga hidup bakti semakin membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan,

Ada kemungkinan diri kita tidak lama lagi dipanggil Tuhan, mengingat dan memperhatikan kematian dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, maka apakah kita telah siap sedia dipanggil Tuhan atau meninggal dunia untuk selanjutnya menikmati hidup bahagia dan mulia selamanya di sorga. Maka baiklah kita mawas diri bahwa ketika dilahirkan di dunia ini kita tidak membawa harta kekayaan apa-apa, dalam keadaan telanjang bulat, dan ketika dipanggil Tuhan kita pun juga tak mungkin membawa harta benda atau kekayaan sedikitpun. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang kaya akan harta benda atau uang untuk memfungsikannya sedemikian rupa sehingga anda semakin beriman atau semakin suci, semakin siap sedia sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu, karena Engkau hadir berdiam dalam diriku, dan untuk sukacita yang dapat kualami selagi aku berdiam dalam Engkau. Amin.

nopember11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s