Renungan Rabu, 30 Nopember 2016

Renungan Rabu, 30 Nopember 2016, Pesta S. Andreas, Rasul, Pekan Adven I

Bacaan I: Rm 10:9-18

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” 10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Mazmur 19:2-3,4-5

Refren: Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.

Mazmur:

*    Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya  tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

*     Meskipun tidak berbicara dan tidak memperdengarkan suara, namun seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi

Bait pengantar Injil

Refren : Alleluya

Ayat ; Mat 4:19

*    Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia,

Bacaan Injil : Mat 4:18-22

Yesus memanggil murid-murid yang pertama

4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Renungan:

“Bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Rm 10:14-15).

“Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik”, inilah kiranya yang baik kita renungkan atau refleksikan. Sebagai umat beriman kita dipanggil untuk menjadi pembawa kabar baik, sehingga dimanapun berada atau kemanapun pergi kita senantiasa membawa kabar baik, terdengar dan tersiarkan segala sesuatu yang baik. Memang untuk itu kita sendiri harus senantiasa dalam keadaan baik serta suka berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun tanpa pandang bulu. Apa yang disebut baik senantiasa berlaku universal, kapan saja dan dimana saja, maka hemat saya yang paling baik adalah keselamatan jiwa manusia. Maka baiklah jika kita sungguh mengutamakan dan memperjuangkan keselamatan jiwa manusia, hendaknya tidak takut dan tidak gentar menghadapi aneka masalah, tantangan dan hambatan, mengingat dan memperhatikan bahwa untuk mengusahakan keselamatan jiwa pada masa kini sungguh berat karena sikap mental materialistis begitu merasuki banyak orang dalam berbagai macam bidang kehidupan bersama di tengah masyarakat. Namun percayalah jika kita sungguh berkehendak baik serta mengusahakan apa yang baik pasti akan memperoleh dukungan dari banyak orang, karena mereka yang berkehendak baik lebih banyak daripada mereka yang berkehendak jahat. Tanda baik kita berkehendak baik serta mengusahakan apa yang baik antara lain cukup banyak orang tergerak untuk mendekat dan bersahabat dengan kita, karena cara hidup dan cara bertindak kita sungguh menarik, mempesona serta memikat. Marilah kita saling membantu dan mendukung agar semakin banyak orang semakin percaya kepada Tuhan, semakin beriman, semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari.

Mazmur, Kenal Tuhan melalui Kitab Suci

Kuasa, kemuliaan, dan hikmat Allah nyata di dalam alam semesta. Langit menjadi tempat bagi Allah untuk menempatkan matahari, bulan, dan bintang. Ketiganya berfungsi sebagai penerang bagi dunia, serta untuk membedakan siang dari malam (Kej 1:14-19). Meski tidak ada suara atau kata-kata, berita tentang kemuliaan Allah terpancar ke seluruh jagat raya melalui keindahan semesta (ayat 2-5a). Memang tak perlu ada cerita maupun berita, karena panasnya sinar matahari yang menjamah seluruh ujung bumi menjadi bukti tak terbantahkan mengenai keberadaan Allah (ayat 5b-7).

Namun pengetahuan tentang Allah melalui alam tidak sejelas pengenalan yang dinyatakan di dalam Taurat-Nya. Melalui ciptaan kita tahu ada Allah yang mencipta alam. Akan tetapi, pengetahuan tersebut tidak cukup membawa kita mengenal Tuhan secara pribadi. Perhatikan, pemazmur memakai nama “Allah” (ayat 2) ketika berbicara mengenai ciptaan dan memakai nama Tuhan (ayat 8-10) ketika berbicara tentang Taurat. Kata Tuhan (ditulis dengan huruf kapital) berasal dari kata Yahweh. Jika Allah (berasal dari kataElohim) lebih menggambarkan Dia sebagai Pencipta langit dan bumi, maka Yahweh (yang merupakan nama pribadi Allah) lebih menggambarkan Tuhan, Allah perjanjian yang memberikan Taurat.

Pemazmur memaparkan tujuh (menunjukkan angka sempurna) karakter Taurat yaitu sempurna, teguh, tepat, murni, suci, benar, dan adil. Umat Allah yang merenungkan Taurat akan mendapatkan banyak faedah: disegarkan, diberi hikmat dan bersuka cita (ayat 8-9). Sebab itu pemazmur menganggap Taurat lebih indah daripada emas dan lebih manis daripada madu (ayat 11). Bukan itu saja, umat Allah yang berpegang pada Taurat akan terhindar dari banyak hal negatif termasuk kesesatan, pelanggaran, dan tipuan orang jahat.

Taurat dapat diartikan sebagai ajaran yang Tuhan berikan di dalam Kitab Suci. Marilah kita memperlakukan Alkitab sebagai anugerah berharga karena Tuhan memberikannya supaya kita dapat mengenal Dia secara pribadi.

Injil hari ini, Mengikut Yesus

Ajakan yang disampaikan oleh Yesus adalah “ikutlah Aku!”. Jika Tuhan Yesus menyerukan untuk mengikut Dia maka akan timbul pertanyaan: “Mau kemana Tuhan bawa kita?

Bacaan Injil hari ini , Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bagaiamana untuk mengikut Dia.

Pertama; Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.

Jika kita merenungkan lebih jauh jawaban Tuhan Yesus ini mungkin kita akan sepakat untuk mengatakan bahwa memang “untuk mengikut Yesus tidak ada kata berhenti” mau itu hujan, badai topan dan salju, panas terik apapun yang ada di depan tidak ada kata untuk berhenti karena Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya di dunia ini, sehingga harus tetap berjalan. Maka ketika kita mengatakan kepada Tuhan “aku mau mengikut Engkau kemana saja Engkau pergi” maka ingatlah tiada kata istirahat atau berhenti mengikut Yesus. Sesulit apapun kondisi kehidupan yang kita jalani jangan pernah berhenti tetap harus berjalan, ingatlah Yesus tetap berjalan bersama kita, sekuat apapun badai yang menerpa kehidupan kita ingatlah bahwa Yesus juga merasakan badai yang engkau rasakan karena engkau berjalan bersama Yesus. Jika kita percaya Allah adalah yang penuh dengan kuasa mengapa kita harus takut? Apakah kita akan mengatakan “kita akan binasa!” ketika badai yang datang melebihi kekuatan kita sementara kita berjalan bersama dengan Tuhan Yesus?

Kedua; Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka

Aturan untuk mengikut Yesus bukan terletak pada kita tetapi pada Yesus. Jika serius mau ikut Yesus, ikuti dan patuhilah aturan main yang ditetapkan oleh Tuhan Yesus sehingga tidak ada kata “sebentar Tuhan!”. Maka jika mau ikut Yesus patuhi aturan Yesus dan jagan patuhi aturan dunia. Jika Tuhan Yesus memberi aturan Kasihilah Musuhmu! Dan berdoalah untuknya.

Sementara aturan dunia mengatakan “Bencilah musuhmu dan kutuklah dia!.  Sehingga kita harus ingat dan sadar bahwa mengikut Yesus bukan supaya Tuhan memenuhi keinginan kita, tetapi kitalah yang harus memenuhi keinginan Tuhan.

Keputusan mengikut Yesus adalah keputusan terpenting dalam hidup kita. Mengikut Yesus tidak lain adalah mengakui kuasaNya dalam kehidupan ini. Aturan yang ditetapkan Allah bukan untuk mempersulit kita malah sebaliknya adalah untuk mempermudah kita menjalani kehidupan ini. Jika kita memandang aturan Tuhan dari sudut pandang hukum duniawi adalah memang sulit dan menyakitkan. Namun kita harus ingat bahwa aturan dunia akan membinasakan tetapi aturan Tuhan adalah untuk menghidupkan.

Sesungguhnya ketika kita setia mengikut Yesus, kita sedang dibawa ke tempat kehidupan yang kekal yang telah disediakanNya. Siapa yang bertahan berjalan bersama Yesus akan mengakhirinya di rumah Bapa yang kekal.

Mari lihat kembali hidup kita apakah langkah-langkah kehidupan yang kita jalani sudah memang mengikuti langkah Tuhan Yesus atau tanpa sadar kita sudah jauh tertinggal dari Yesus atau kita sudah jauh salah arah karena selama ini yang kita ikuti bukanlah Yesus tetapi iblis.

DOA: Tuhan Yesus, aku mendengar Engkau memanggilku. Aku ingin menanggapi panggilan-Mu itu, namun aku seorang pribadi yang lemah dan tak pantas. Di sini aku Tuhan! Lakukan apa saja yang Kaukehendaki atas diriku. Utuslah aku ke mana saja sesuai dengan kehendak-Mu. Aku hanya memiliki hasrat untuk mengikuti-Mu. Amin. (Lucas Margono)

nopember30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s