Renungan Sabtu, 14 Maret 2017

Renungan Sabtu, 14 Januari 2017, Hari Biasa, Pekan Biasa I

Bacaan I : Ibr 4:12-16

“Marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian.”

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Mazmur 19:8-9.10.15, do = f, 2/4, PS 853

Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.

*    Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh memberikan hikmat kepada orang yang bersahaja.

*    Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

*    Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selamanya.

*    Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963

Ref. Alleluya, alleluya, alleluia

Ayat. (Luk 4:18-19)

*    Tuhan mengutus Aku mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan. Alleluya.

Bacaan Injil : Mrk 2:13-17

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan :

Kitab Suci bukan hanya berisi sejarah masa lalu atau tentang etika, moral ataupun tentang masa yang akan datang. Firman Tuhan adalah setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah itu hidup dan kuat. Artinya Firman Tuhan itu berkarya dan bekerja dalam kehidupan manusia.

Dalam surat Ibrani ini dikatakan bahwa Firman Tuhan itu jauh lebih kuat dan tajam dari pedang bermata dua manapun. Sanggup memisahkan jiwa dan roh; sumsum dan tulang. Sebab Firman Allahlah yang menjadikan segala sesuatunya, maka rahasia tentang segala sesuatunya juga ada pada Firman Allah. Dengan demikian tidak ada sesuatu apapun yang dapat disembunyikan dari Tuhan. Maka Tuhan mengenal siapa kita dan bagaimana kita dan juga seperti apa kehidupan kita. Bahkan pengetahuan Tuhan akan diri kita jauh lebih tinggi dari pengetahuan akan diri kita sendiri. Pengetahuan Allah yang begitu luar biasa atas kehidupan kita telah membawa perubahan bagi kehidupan manusia.

Yesus Kristus, Imam Besar Agung yang telah mentasi segala langit. Tuhan mengetahui penderitaan dan kesengsaraan manusia. Bahkan tidak hanya mengetahui tetapi juga yang mau turut merasakan apa yang dirasakan manusia. Sebagaimana yang ditulis oleh Yohanes:“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita” (Yoh. 1: 14). Bahwa Firman itu hidup dan ada diantara kita, sehingga kita telah memiliki kuasa Allah yang besar dari sorga yang hidup, kuat dan ada bersama kita. Demikianlah kita telah memiliki kekuatan dalam menjalani kehidupan, kita telah diperlengkapi dengan senjata tercanggih sepanjang jaman yaitu Firman Allah. Tetapi Firman Allah itu adalah pedang bermata dua. Yang pertama kita akan dimampukan mengenal siapa diri kita, dan yang kedua bahwa Firman itu menjadi senjata kita untuk menghadapi kehidupan ini. Kuasa dari sorga telah dinyatakan untuk menjadi bagian kehidupan kita bahkan akan memberikan pertolongan kepada kita pada waktunya (ay.16). Firman Tuhan menyuarakan pada kita untuk datang menerima kasih karunia dan rahmat Tuhan yang besar itu.

Pengetahuan Tuhan akan diri kita dan kasih karunia Allah yang besar yang diberikan kepada manusia yaitu kuasa yang dari sorga selayaknyalah kita terima. Penerimaan kita adalah membuka hati dan pikiran, menerima Firman Allah yang bersabda atas diri kita. Sebab setiap ucapan yang keluar dari mulut Allah berkuasa menyelamatkan hidup kita, jangan lagi kita suam-suam kuku dalam menerima setiap Firman Tuhan, jangan pula kita seperti orang yang melihat tetapi tidak memperhatikan, mendengar tetapi tidak menyimak, membaca tetapi tidak melakukan. Imani dan lakukanlah, maka engkau akan diselamatkan!

Mazmur, Indahnya berintereaksi dengan firman-Nya.

Allah telah menyatakan kemuliaan dan pekerjaan tangan- Nya melalui ciptaan-Nya (2-7). Melalui alam semesta ini manusia sebetulnya dapat mengenal hikmat, kekuatan, serta kebaikan Allah. Walaupun alam semesta tidak dikaruniai kemampuan untuk berbicara (4), kebisuan mereka mampu menceritakan kemuliaan Allah sehingga didengar oleh siapa pun, dimana pun, serta kapan pun.

Penyataan Allah tidak berhenti sampai di sini sebab penyataan umum melalui alam semesta tidak mungkin memampukan manusia bertahan dalam kehidupan ini dan memiliki hidup yang berkenan kepada-Nya (15). Karena itu penyataan umum ini diperkaya dengan penyataan khusus Allah yaitu firman-Nya (8-11). Melaluinya Allah menjalin hubungan dengan manusia secara langsung dan menyentuh keberadaan manusia hingga ke pusat kehendaknya yaitu mulai dari akal budi, hati, hingga jiwa. Sentuhan yang dilakukan oleh firman-Nya adalah sentuhan secara pribadi dan bekerja di dalam diri manusia. Manusia yang tersentuh oleh firman-Nya menjadi manusia yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi di sekitarnya. Apa pun yang terjadi jiwanya tetap segar dan hatinya tetap bersuka. Kesegaran dan kesukaan itu akan memancar keluar dari matanya sehingga orang lain dapat menyaksikannya (9). Ia akan menyadari dosa- dosanya, dan mengerti bagaimana seharusnya ia hidup (12), serta ketidakmampuannya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya (13). Daud menyadari semuanya ini dan dituntun untuk memohon kepada Allah agar dianugerahi kemampuan dan kesempatan untuk hidup berkenan kepada- Nya (14-15).

Jika alam semesta bekerja dalam kebisuannya, firman itu akan bekerja dalam intereaksinya dengan manusia. Karena itu manusia harus mempelajari dan memegang teguh firman-Nya seperti yang diteladankan oleh Daud (12-13).

Renungkan: Betapa indah, sempurna, teguh, tepat, murni, benar dan lebih bernilainya firman Allah dari segala kemuliaan harta dunia, (11). Karena itu jangan biarkan firman itu diam dalam kebisuan karena keengganan kita untuk berintereaksi dengannya. Keindahan dan kekuatannya akan bekerja dalam diri kita jika kita mau menyediakan waktu secara khusus untuk berintereaksi dengannya.

Injil hari ini, Meneladani sikap Farisi atau Yesus?

Bagaimana sikap kita terhadap orang yang kita anggap jahat? Seandainya ada tetangga kita yang mantan narapidana kembali ke rumahnya, bagaimana kira-kira sikap kita dan lingkungan kita terhadap dia? Mungkin sebagian besar akan menjauhi dia. Bahkan berprasangka buruk terhadap dia. Lalu apakah Allah juga menjauhi dia?

Perikop hari ini menunjukkan hal yang berbeda. Yesus memanggil Lewi, si pemungut cukai, untuk mengikut Dia. Ini menimbulkan tanda tanya besar dalam benak ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi. Apalagi Yesus bukan hanya memanggil Lewi, tetapi ikut makan juga di rumahnya bersama pemungut cukai lain dan orang-orang berdosa (ayat 14-15). Bagi orang-orang Farisi yang setia memelihara Hukum Taurat, pemungut cukai serta orang-orang berdosa adalah kelompok yang harus dijauhi. Tak layak untuk didekati sebab para pemungut cukai bekerja untuk pemerintahan Romawi yang dianggap kafir. Maka mereka pun dianggap menjadi najis. Apalagi mereka bekerja dengan tamak. Orang-orang berdosa juga harus dijauhi karena mengingkari Hukum Taurat dan melanggar peraturan Farisi. Namun bagi Yesus, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa harus dirangkul masuk ke dalam Kerajaan Allah. Orang-orang tersebut bagai orang sakit yang harus disembuhkan. Dan itulah tujuan utama kedatangan Yesus, yaitu untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat. Dengan demikian kehadiran Kerajaan Allah menjadi nyata bagi kaum yang tersisih (ayat 17).

Sebagai pengikut Kristus, bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang dikucilkan? Sebagai gereja, apakah kita sudah peka dan membuka mata hati bagi orang-orang yang disingkirkan? Ataukah gereja yang telah mengalami penerimaan Allah bersikap tak peduli dan sibuk membangun diri hingga bak menara gading? Atau malah terjun sebagai pemain baru dan ikut mengucilkan orang-orang yang dipinggirkan? Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati seperti Dia: melihat bahwa orang berdosa memerlukan Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, aku membuka hatiku kepada-Mu. Biarlah sabda-Mu memotong segala sesuatu yang berdosa dalam diriku. Aku percaya kepada kuasa-Mu untuk menyembuhkan segala sakit-penyakit. Berikanlah kepadaku kekuatan untuk melalukan pertobatan. Bersihkanlah aku dan berdayakanlah aku untuk selalu bertumpu pada hidup dan kasih-Mu. Amin. (Lucas Margono)

januari14

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s